RSS

arsip pribadi

SAMBUTAN CAMAT

 

Assalamualaikum Wr.Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Saya menyambut gembira dan menyampaikan apresiasi serta terima kasih untuk adik-adik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) Sukoharjo tahun 2012 atas sumbangsih gagasan dan tenaganya demi terlaksananya agenda pelatihan dan kompetisi menulis cerpen tingkat SD serta SMP se-Sukoharjo dengan tema “Sukoharjo Menulis, Sukoharjo Kreatif”.

Antologi cerpen di tangan pembaca ini merupakan produk intelektual dan kreativitas dari anak-anak Sukoharjo yang berhasil menjadi sepuluh pilihan cerpen terbaik dari kompetisi menulis cerpen yang diorganisir oleh Mahasiswa Sastra Indonesia UNNES yang sedang bertugas dalam KKN, dengan antologi ini, kita tergugah akan kenyataan bahwa imajinasi dan kreativitas merupakan dua aspek yang harus terus dikembangkan demi tersebarnya nilai-nilai kehidupan.

Kita bisa menyebarkan nilai-nilai yang kita yakini kebaikannya melalui sebuah karya berbentuk cerpen yang mungkin selama ini kita abaikan, dan melalui antologi ini, kita bisa melihat, bahwa semangat menulis generasi muda Sukoharjo telah memberi pencerahan bagi kita semua, betapa bakat menulis mereka telah membawa kita kepada lautan keindahan kata dan makna.

Akhir kata, saya mengharapkan kepada semua masyarakat Sukoharjo pada umumnya untuk terus mendukung anak-anak kita, generasi kita agar terus meningkatkan semangat menulis dan kreativitas mereka, dan kepada anak-anak Sukoharjo pada khususnya, teruslah berkarya melalui tulisan, karena dengan tulisan kalian, kalian bisa mempersiapkan masa depan yang lebih cerah.

Semoga antologi ini bisa memberi manfaat bagi kita semua.

Sukoharjo, Oktober 2012

Camat Sukoharjo

DUDI WARDOYO, AP,. M

KATA PENGANTAR

 

Salam sejahtera untuk kita semua

Syukur yang setinggi-tingginya kami sampaikan ke hadirat Tuhan YME, sebab atas limpahan kenikmatan dan kesempatan yang tak berpenghabisan dariNya, kami dapat menyuguhkan kepada pembaca sekalian, sebuah antologi cerita pendek (cerpen) terbaik dari anak-anak Sukoharjo yang dihasilkan dari tangan-tangan kecil namun memiliki semangat yang besar dalam berkarya.

Terima kasih kami haturkan kepada pihak-pihak yang turut memberikan partisipasi dan sumbangsihnya demi tersusunnya antologi ini.

Khususnya kepada bapak Camat Sukoharjo, Dudi Wardoyo, yang begitu intens memberikan support yang tak habis-habisnya kepada kami.

Kepada Haqqie Al-Anshori, budayawan Wonosobo, yang tak lelah-lelahnya memberi kami catatan-catatan perbaikan dalam setiap langkah kami menyusun antologi ini.

Kepada seluruh bapak serta ibu guru se-Sukoharjo yang senantiasa memberi kehangatan yang tak usai-usai kepada kami.

Kepada seluruh adik-adik siswa SD dan SMP se-Sukoharjo atas tulisan-tulisannya yang menakjubkan, terima kasih untuk karya-karyanya yang hebat.

Kepada seluruh mahasiswa KKN UNNES di Sukoharjo yang tak pernah mengeluhkan tiap tetes keringat yang mereka baktikan demi Sukoharjo tercinta, tempat yang telah memberikan memori dan kenangan yang tak lekang oleh kepergian.

Terima kasih paling akbar kami haturkan kepada seluruh masyarakat Sukoharjo, masyarakat yang begitu hangat dan tak pernah menganggap adanya sekat. Keakraban, kesantunan, rasa kekeluargaan, serta apresiasi yang telah diberikan oleh masyarakat Sukoharjo kepada kami adalah bingkisan pengalaman yang tak pernah habis keindahannya bila kami mengingatnya.

Antologi ini adalah hadiah kecil dari kami untuk masyarakat Sukoharjo, yang tentu saja tidak setimpal dengan apa yang telah masyarakat Sukoharjo berikan kepada kami, namun, jauh dari batas hal ihwal yang bersifat material, di kedalaman nurani yang tak bisa dijangkaui, terima kasih dan kecintaan kami kepada Sukoharjo ialah satu-satunya tendensi kenapa kami menyusun antologi ini.

Kami berharap antologi ini bisa menjadi ajang perpisahan termanis bagi mahasiswa KKN dan masyarakat Sukoharjo, apalah artinya perpisahan jika tak diilhami dengan sebuah catatan, dan apalah artinya catatan jika tak memberi kemanfaatan.

Semoga antologi ini memberi ghirah baru bagi peradaban kemanusiaan serta budaya kepenulisan di Sukoharjo, jika tangan-tangan mungil anak-anak Sukoharjo saja mampu menyulam kata sedemikian rupa, kenapa tidak dengan kita yang lebih dewasa ?

Sepuluh cerpen terbaik anak-anak Sukoharjo ini bukanlah permainan kata yang mentah tanpa makna, sedang makna itu sendiri berada di langit-langit kesadaran pembaca sepenuhnya, oleh karenanya, kami sampaikan selamat membaca, selamat menyelami kedalaman makna dan nilai-nilai kehidupan yang tertuang dalam setiap peristiwa yang ditulis oleh anak-anak Sukoharjo ini.

Pada akhirnya, semoga antologi ini memberi pencerahan untuk hidup kita yang lebih baik, untuk masa depan yang lebih baik.

Salam hangat

Sukoharjo, Oktober 2012

Amalia Ulfah

KKN UNNES Sukoharjo


 

Prolog

Oleh:Haqqi El-Anshary

Budayawan Wonosobo, Pimred Tabloid Taman Plaza

 

Membaca beberapa karya peserta lomba cerpen “Sukoharjo Menulis, Sukoharjo Kreatif”, betapa sungguh menumbuhkan keyakinan jika potensi kepenulisan di sebagian siswa SD/SMP di Kecamatan Sukoharjo patut diapresiasi. Pencapaian estetis dan penjelajahan sastrawi untuk pelajar seusia mereka yang nota bene tinggal jauh dari pusat kegaduhan rezim sastra teramat eman jika cuma dipandang sebelah mata. Setidaknya itu yang saya dapatkan usai menelisik sekaligus memberi penilaian atas karya-karya mereka.

Meskipun masih banyak dijumpai keluputan mendasar antara lain penggunaan tanda baca, keterbatasan imajinasi, kelemahan tematik, kegugupan menjaga alur penceritaan, dan kegamangan membangun konflik, namun secara keseluruhan karya-karya yang masuk layak untuk diberi tabik. Setelah memilih dan memilah cukup lama akhirnya 10 cerita pendek dinyatakan berhak tampil bersama dalam sebuah antologi berjudul “Misteri Sang Penari Lengger”. Tentu saja dari ratusan cerpen yang masuk tak semuanya bisa diterbitkan. Bukan soal kualitas atau pun faktor like and dislike. Namun keterbatasan ruang dan kesepakatan awal dari panitia mengharuskan juri tunduk pada ketentuan itu.

Akhirnya, penerbitan antologi ini bukanlah akhir dari proses berkarya adik-adik pelajar melainkan baru titik berangkat ikhwal cita-cita besar menjadi sastrawan tangguh di masa mendatang. Di atas segalanya, bukan label sastrawan itu yang penting, utamanya justru keterpanggilan untuk berkhidmat bagi terciptanya gairah menulis-membaca di lingkungan sekitar di mana adik-adik tinggal agar ke depan nanti terwujud masyarakat madani dengan tradisi literer yang elok dan visioner. Semoga.


MISTERI SANG PENARI LENGGER

Oleh:  Wahyuningsih (SMP N 2 Sukoharjo)

 

Angin yang berhembus menerbangkan dedaunan kering dan sesekali terdengar suara ranting pohon yang patah menambah keheningan suasana di tempat itu. Sinar matahari masuk menerobos celah-celah dedaunan, suara gemericik air dari kejauhan serta suara simfoni yang tak beraturan karena timpaan kaki mereka di atas dedaunan kering.

Burung-burung berceriut di batang pohon tanjung. Mereka bergembira terhindar dari terik matahari dan bisa menikmati semilir angin. Namun suara canda ria satwa mungil itu tidak mengusik sekelompok anak perempuan yang sedang berjalan di bawahnya.

Sepulang sekolah, Retno berjalan mengikuti langkah kakinya menyusuri hutan Gandum pinggir sungai Kalidahu, bersama teman-temannya, Ratih, Lastri, dan juga Siti. Sesekali teman-temannya bercanda, layaknya anak kecil yang sedang berada di ambang kegembiraannya,  berlarian kesana kemari. Tak terkecuali Retno yang hanya terdiam saja sambil berjalan dengan pikiran kosong, teman-tamannya merasa aneh dengan tingkah laku Retno.

“Eh, dia kenapa sih? Tidak seperti Retno yang aku kenal” kata Lastri pada kedua temannya.

“Ah, paling juga dia sedang memikirkan nanti mau masak apa sepulang sekolah, dia kan anak rumahan, hahaha” ejek Ratih

“iya bener banget itu, hahaha” sambung Siti.

Memang benar kenyataannya, Retno memang anak rumahan yang rajin membantu orang tuanya, tapi bukan berarti Retno seperti yang dikatakan kedua temannya.

“eh, kamu gimana sih, sama temen sendiri kok gitu” omel Lastri.

Ratih,  anak yang suka jahil itupun menggodanya dengan akar pohon yang tergeletak dekat sebuah pohon. Dilemparkannya akar pohon tadi ke arah Retno. Secara spontan Retnopun menjerit ketakutan, disangkanya ular.

“A….. ulaaar !” jerit Retno

“hahaha, masa sama akar pohon saja takut, gimana sih kamu” kekeh Ratih

“Apaan sih. Nggak lucu tahu !” kata Retno kesal

“Lagian kamu dari tadi ngelamun aja. Ngalamunin apa ?” tanya Ratih penasaran

“Iya, emang ngalamunin apa?” tanya Siti menambahkan. Retno diam sejenak.

“Tuh kan, diem” kata Siti

“E……nggak kok. Nggak ngalamunin apa-apa, Cuma kepikiran kata-kata ibuku kemarin malam” jawab Retno.

“Emang ibumu bilang apa?” tanya Lastri

“Katanya, di sebelah selatan hutan ini dulu itu tempat tinggalnya si penari Lengger, namanya Me….. Me siapa ya, aku lupa” kata Retno kebingungan.

“Melani mungkin” kata Lastri

“atau Meisha?” kata Siti menambahkan

“Bukan, bukan itu. Tapi siapa ya?” kata Retno berpikir keras

“Melani bukan, Meisha bukan. Pasti Melly Goeslow. Hahaha” kata Ratih konyol

“Aduh, kalian ini gimana sih, masa iya namanya Melly Goeslow !” jawab Retno agak kesal

“Lha terus siapa ?” tanya ketiga temannya serempak

“oya, aku ingat, namanya itu Melathi” jawab retno

“Terus apa yang dipermasalahkan dengan penari tadi ?” tanya Lastri

“Aku penasaran aja dengan keberadaannya, kata ibuku dia itu sering muncul di malam-malam tertentu. Misalnya selasa kliwon dan jumat kliwon” jawab Retno dengan nada menakut-nakuti.

“Jangan bilang kalau kamu ingin menelusuri keberadaannya” kata Ratih

“Kamu benar. Aku memang ingin menelusuri keberadaannya, berawal dari cerita ibuku kemarin alam dan juga darah seni yang mengalir dalam tubuhku. Dan yang paling utama aku itu sering mendengar suara musik gamelan dan juga harum semerbak bunga melati” Retno menjelaskan.

Perbincangan mereka tertahan saat mereka mencium bau wewangian bunga, lebih tepatnya bunga melati. Dan juga alunan musik gamelan yang terdengar samar-samar, mungkin karena bersumber dari jarak yang jauh.

“Apakah itu yang kamu maksud Retno ?” tanya Siti ketakutan.

“Iya, itu yang kumaksud” jawab Retno gemetar. Kemudian tanpa pikir panjang,

“Lari….. !” teriak mereka berempat sambil lari terbirit-birit. Dan sampailah mereka di persimpangan menuju rumah masing-masing.

“Nanti malam adalah malam yang tepat. Aku akan membuktikan kebenaran mitos itu” kata Retno dengan nada terengah-engah.

“Kami tidak berani !” jawab ketiga temannya itu.

“Baiklah kalau begitu aku sendiri yang akan membuktikannya” kata Retno lantang sembari berjalan menuju rumah. Sesampainya di rumah, diletakkannya semua perlengkapan yang tadi Retno kenakan. Selesai mandi, ia langsung menemui ibunya di ruang keluarga.

“Ibu, aku kok jadi penasaran sama cerita ibu kemarin tentang Lengger Melathi itu, aku ingin sekali melihat wujud aslinya dan bagaimana cara dia menari” kata Retno kepada Ibunya. Ibunya hanya tersenyum.

“Nduk, sepengetahuan Ibu penari itu sudah meninggal. Tapi ada juga orang yang beranggapan bahwa dia masih hidup. Saran ibu sebaiknya kamu tidak perlu memikirkannya, itu hanyalah mitos belaka, jadi belum tentu kebenarannya” kata Ibunya.

Ibu beranjak pergi dan meninggalkan Retno yang sedang duduk di ruang keluarga.

“ini saat yang tepat untuk memulai my adventure” kata Retno, dibukanya jendela di ruang keluarga, dan keluar dengan membawa sebuah senter. Sesampainya di perbatasan antara desa dan hutan, Retno semakin memantapkan langkah kakinya, ia terhenti saat mendengar bunyi musik gamelan dan juga bau harum bunga melati. Lalu dicarinya sumber  bunyi dan bau wangi tersebut.

Tepat di sana tempat sumber bunyi dan bau wangi itu, terlihat di sana sesosok wanita menari dengan gemulai. Perlahan-lahan dilihat, tapi lama-kelamaan Retno terhanyut dalam alunan musik gamelan itu dan mengikuti semua gerakan sang penari. Karena asyiknya meniru gerakan itu, tak sadar Retno menginjak ranting pohon kering di dekatnya.

“kreeek” suara ranting pohon yang terinjak. Kemudian alunan musik gamelan itu berhenti dan si penari menoleh ke arah Retno.

“Hai, siapa itu berani mengganggu ritualku !” kata si penari geram. Retnopun berlari menuju gubug tua dekat sumber bunyi tadi, tetapi si penari juga mengikutinya.

“Tolong… ! Tolong jangan apa-apakan aku, aku tidak ingin mengganggumu, aku hanya ingin tahu siapa sebenarnya dirimu ?” kata Retno ketakutan. Namun penari itu tetap mendekatinya. Sebuah tangan lembut meraih pundak Retno. Dan Retnopun tersentak kaget, tangan Retno menyambar senthir kemudian jatuh. Retno melihat ibunya yang sudah berada di sampingnya dan sembari berdiri memeluknya.

“Ibu… penari itu bu” kata Retno.

“Nduk, lihat apa yang terjadi” jawab ibunya. Vas bunga dandelion dekat Retno tadi duduk terjatuh di lantai dan pecah berkeping-keping.

“Jadi, semua itu tidak nyata?” tanya Retno.

“Iya sayang, kamu tadi itu melamun, lalu ibu sentuh pundakmu, eh, kamunya kaget dan menjatuhkan vas bunga itu. Sayang, sekarang hilangkan penari itu dari pikiranmu, kalau tidak, bayang-bayangnya akan selalu menghantuimu !” ibunya memberi saran.

“Iya bu… “ Jawab Retno.

Kemudian mereka berdua berjalan menuju kamar Retno. Ibunya meminta Retno untuk istirahat, Retno pun berbaring di ranjang kamarnya sambil bergumam dalam hatinya

“Bayangan itu pasti pertanda bahwa aku harus benar-benar menelusuri hutan untuk menemui si penari itu. Pasti itu. Besok aku  harus ke hutan untuk menemuinya”

Retno pun memejamkan matanya, tertidur di atas ranjang kamarnya. Dan di dalam mimpi Retno itu, ia bertemu dengan si penari itu, kali ini, bukan peristiwa menegangkan yang ia alami bersama si penari Lengger, justru dalam mimpi itu, Retno memasuki sebuah tempat yang dipenuhi bunga-bunga yang indah, si penari tersenyum begitu manis menyambut kedatangan Retno, si penari itu mengajari Retno menari, membuat Retno tersenyum-senyum dalam tidurnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGORBANAN IBU

Oleh: Sinta Widianti (SMP 5 SATAP Sukoharjo)

 

Di sebuah kota tinggallah anak dan ibu dan tantenya. Ibunya hanyalah janda yang sebenarnya tidak mempunyai anak, namun dia mengambil anak di panti asuhan yang bernama Mawar. Di waktu Mawar sudah besar Mawar meneruskan sekolah di SMA.

Waktu dia hendak berangkat sekolah dia meminta uang saku kepada ibunya, ibunya pun memberikan uang saku kepada Mawar, namun Mawar masih memaksa ibunya untuk menambahkan uang sakunya, ibunya tidak bisa memberikan lebih.

“Ibu hanya punya uang segitu, nak. Uang ibu untuk membeli beras untuk makan kita di rumah” kata Ibunya. Namun, dengan kasar Mawar merebut uang Ibunya yang sebenarnya untuk membeli beras itu.

“Dasar miskin mau sekolah aja uang sakunya cuma sedikit” ujar Mawar dengan ketus.

“Masya Allah, Mawar. Kenapa kamu jadi begini?” jawab Ibunya dengan nada yang sedih. Mawar tak menghiraukannya, Mawar meninggalkan Ibunya berangkat ke sekolah.

Sesampainya di sekolah, Mawar diejek oleh teman-temannya karena Mawar memiliki hape yang jadul. Sepulang sekolah, Mawar membanting pintu rumahnya dengan wajah cemberut, ibunya yang melihat tingkah Mawar itupun bertanya,

“Kamu kenapa, nak ? Kok cemberut begitu?” Tanyanya sambil membelai-belai rambut Mawar. Namun, dengan kasar Mawar menampik tangan ibunya.

“Ini semua gara-gara Ibu. Hape Mawar selalu jadi ejekan di kelas karena ibu tidak mampu membelikan Mawar hape yang bagus !” bentak Mawar. Ibunya hanya terdiam dan menerima itu dengan sabar dan tabah.

Suatu hari, di sekolah Mawar akan diadakan pentas seni, Mawar berkata pada ibunya

“Besok sekolah Mawar akan mengadakan pentas seni, jadi Mawar mau ibu siapin uang tiga ratus ribu buat Mawar belanja ke Mall besok !”

“Tiga ratus ribu nak ? uang dari mana ibu bisa mendapatkan uang sebanyak itu nak ?” jawab ibunya dengan nada memelas.

“Ya Mawar nggak mau tahu ibu bisa mendapatkan uang itu dari mana, pokoknya ibu harus sediain uang segitu !” bentak Mawar sambil berlalu.

Karena satu-satunya pekerjaan ibunya hanyalah tukang penjahit dan karena demi membahagiakan anak yang dicintainya, Ibunya pun bekerja mati-matian untuk menjahit semua pesanan yang sejatinya bisa diselesaikan dalam waktu tiga minggu, namun ibunya bekerja keras menyelesaikannya dalam satu hari. Kemudian diantarkannya jahitan pelanggannya ke rumah pelanggan. Sang pelanggan kaget ketika ibu Mawar datang membawa jahitan

“Masya Allah bu, cepat sekali ibu mengerjakannya?” tanya si pelanggan

“Iya bu, saya harus mencari uang demi anak saya” sahut Ibu Mawar

“Subhanallah, bu, perjuanganmu sangatlah besar, walaupun dia bukan anak kandungmu, tapi engkau menyayanginya dengan sepenuh hati” puji si pelanggan sambil menyodorkan uang tiga ratus ribu kepada ibu Mawar. Ibu Mawar kaget ketika menerima uang itu, karena sebetulnya uang itu melebihi bayarannya, namun si pelanggan memaksa, ibu Mawarpun menerimanya dengan penuh haru dan bahagia, karena sangat bahagia, Ibu Mawar langsung menghampiri Mawar di sekolahnya.

“Ngapain sih ibu ke sini ? malu-maluin aja! Mawar malu kalau semua teman Mawar tahu Mawar mempunyai ibu yang miskin dan jelek seperti itu !” bentak Mawar. Dan betapa sakitnya perasaan ibunya ketika Mawar berkata seperti itu.

Di rumah, Mawar mengambil uang tiga ratus ribu yang disimpan ibunya, tantenya melihat Mawar membeli baju-baju baru.

“Mbak, mana uangnya, aku juga mau dong beli baju kaya Mawar” kata tante Mawar kepada ibunya.

“Mbak nggak punya uang” jawab Ibu Mawar. Kemudian ibu Mawar berlalu, sedangkan tante Mawar menggeledah isi lemari ibu Mawar dan mengambil uang yang ada di sana.

Kemudian ketika tante Mawar berpapasan dengan Mawar, tante Mawar berkata

“Eh, Mawar mau nggak kerja di kafe ntar semua keinginan kamu tercapai” kata tante Mawar

“Ah yang benar, tante?” tanya Mawar

“benar”

“Ya udah nanti kita berangkat”

Pada saat keduanya hendak berangkat, Mawar dicegah oleh ibunya

“Mawar mau kemana kamu, nak ?” tanya ibunya pelan.

“Ah, ini bukan urusan ibu !” kemudian Mawar berlalu.

***

Di perjalanan menuju kafe, mobil yang ditumpangi Mawar mengalami kecelakaan, dan Mawar terluka parah pada bagian kakinya. Mawar dibawa ke rumah sakit.

Di rumah Sakit ibunya mendoakan agar Mawar cepat sembuh. Setelah itu Ibunya mencari pinjaman kemana-mana untuk biaya pengobatan.

Di saat Mawar sudah siuman dari pingsannya, seorang ibu yang menjadi langganan ibu Mawar yang kebetulan saat itu berada di rumah sakit untuk menemani Mawar menceritakan kisah sebenarnya tentang siapa Mawar sebenarnya, diceritakannya bahwa Mawar bukan anak kandung.

“Ibumu adalah ibu yang baik, Mawar, meski kamu bukan anak kandungnya, tapi ia mencintaimu lebih dari ibu manapun yang ada di dunia ini” kata ibu itu, membuat Mawar menangis dan terharu. Kemudian ketika Ibu Mawar tiba dengan membawa beberapa makanan, Mawar menangis tersedu-sedu

“Ibu, maafkan Mawar, bu. Selama ini Mawar jahat sama ibu, Mawar benar-benar anak yang tidak berguna” kata Mawar tersedu.

“Iya anakku sayang, ibu senang kalau kamu sudah sadar kalau yang kamu lakukan selama ini salah, ibu menyayangimu, nak” jawab Ibu Mawar sembari memeluk Mawar dan menghapuskan air mata Mawar.

Sejak itu, Mawar menjadi anak yang sangat baik, mereka pun menjadi keluarga yang bahagia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BILA BUNDA TELAH TIADA

Oleh: Nariyati (SMP N 1 Sukoharjo)

 

Aku mempunyai seorang kakak, Angel itu nama kakakku. Aku hanya tinggal bersama bunda dan kakak saja, sedangkan ayahku sudah meninggal satu tahun yang lalu. Semenjak ayah meninggal, sifat kakak benar-benar berubah. Dia sering marah-marah pada bunda. Untungnya bunda wanita yang sangat penyabar.

Di suatu pagi, saat aku masih tidur, tiba-tiba aku mendengar keributan di kamarku.

“Reno….. !” kata kakak memanggilku

“Apa sih kak ? Pagi-pagi begini sudah bikin keributan” jawabku ketus.

“Bukannya gitu, Ren. Kakak cuma mau tanya, kamu lihat kunci kakak apa nggak?” tanya kakak.

“Mana aku tahu… !” Jawabku cuek.

“Pasti ini semua perbuatan bunda !” kata kakak curiga pada bunda.

“Kak Angel kenapa sih suka ngomong yang enggak-enggak ?” lagian bunda kan nggak tahu apa-apa” aku berusaha membela bunda yang tidak bersalah.

“Udah deh, kamu itu masih bau kencur, belum tahu apa-apa ! jadi nggak usah ngurusin masalah kakak sama bunda, urusin aja tuh badan kamu yang bau. Udah sana mandi !” Kakak menjawabnya dengan jengkel, sambil keluar dari kamarku.

“Bunda… !” teriak kakak

“Iya, nak. Ada apa ?” jawab ibu

“Bunda lihat kunci yang aku taruh di atas meja nggak ?” Kuncinya warna putih, gantungannya warna hijau” celoteh kakak.

“O…. itu. Kalau kunci yang itu sih tadi udah ibu beresin. Tapi lupa bunda naruhnya di mana” Jawab Bunda sambil agak kebingungan. Jawaban bunda membuat kakak naik darah.

“Bunda gimana sih ! Kok bisa lupa ! Makanya, kalau udah pikun nggak usah beres-beresin barang orang lain !” Kakak menjawab dengan kasar membuat bunda kaget.

“Udahlah, kak, jangan menyalahkan bunda terus. Mendingan kuncinya kakak cari aja dulu” Aku berusaha menghentikan amarah kakak. Namun sepertinya kakak tak menghiraukannya.

“Dasar orang tua nggak tahu diuntung ! Udah tua, pikun. Bikin orang kesal aja” Jawab kakak makin kasaar, aku kaget mendengar jawaban kakak sekasar itu pada bunda, mendengar itu bunda juga kaget, bunda berlalu tanpa kata-kata.

****

Pukul dua belas siang aku pulang sekolah. Ketika sampai di halaman rumah, aku mendengar keributan dari dalam rumah.

“Bunda !!!!” Teriak kakak

“Iya nak. Ada apa?” jawab Bunda

“Ada apa ada apa ! lihat nih ! Bajuku kok bisa kotor kaya gini sih ! Ini semua perbuatan bunda kan ?” Sentak Kakak

“Bunda nggak melakukan apa-apa” Jawab Bunda pelan

“Terus tadi yang ngambil bajuku di jemuran siapa kalau bukan bunda ?!” sentak Kakak

“Memang bunda yang mengambil baju kamu dari jemuran, tapi bunda nggak tahu kalau ada noda di baju kamu” jawab Bunda

“Udah deh, mendingan bunda mengaku saja !” sentak Kakak terus. Aku segera masuk ke dalam rumah.

“Kakak, udah dong ! Kasian bunda !” kataku

“Alaaah. Udah deh. Kamu itu nggak usah ngebelain bunda terus ! Bunda itu sudah jelas salah. Pokoknya aku nggak mau tahu, bunda harus mencuci baju aku sampai bersih lagi !” Jawab kakak makin ketus.

“Biar Reno aja yang mencuci baju kakak” tawarku, aku kasian jika bunda yang harus mengerjakannya.

“Nggak bisa ! Bunda itu harus dikasih pelajaran. Lebih baik kamu diam, terus masuk ke kamar kamu !” bentak kakak.

****

Di lain hari, ketika sore tiba, aku sedang menonton tv, tiba-tiba kak Angel membuat keributan lagi.

“Bunda !!!” teriak kakak

“Ada masalah apa lagi sih kak ? Masak dari tadi pagi teriak-teriak terus” tanyaku

“Bunda mana ?” tanya kakak tidak menghiraukan pertanyaanku

“Bunda lagi istirahat ! Jangan diganggu kak. Kayaknya bunda lagi nggak enak badan” Tapi kak Angel tetap saja membangunkan bunda.

“Bunda bangun ! Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada bunda !” Tiba-tiba kak Angel pergi ke kamar mandi mengambil air. Ketika sudah sampai di kamar, kak Angel langsung menyiram bunda. Bunda pun kaget.

“Tadi Bunda membuka lemari baju Angel ya ?!” tuduh kakak tak mempedulikan ibu yang lelah dan sakit.

“Iya nak, memangnya ada apa ?” Jawab bunda dengan gugup

“Uang Angel yang ditaruh di bawah baju hilang. Apakah bunda yang mengambilnya ?!” Tanya Kakak dengan kasar.

“Angel, kamu harus percaya sama bunda. Bunda benar-benar nggak tahu masalah uangmu nak. Bunda nggak akan berani mengambilnya” Jawab Bunda.

“Alaaaaah udah deh ! Mana ada maling yang ditanya langsung ngaku. Maling itu pasti ngaku kalau udah disiksa !” bentak kakak. Akupun segera masuk ke kamar bunda.

“Kakak apa-apaan sih. Emang udah ada buktinya kalau bunda yang ngambil ?” Aku berusaha membela bunda.

“Emangnya kurang bukti apalagi ? Semua udah jelas !”

“Bukan bunda nak, percaya sama bunda” Bunda menangis

“Udahlah, bunda ngaku aja !” kak Angel berteriak sambil memukuli bunda dengan sapu. Aku tidak tahan melihatnya.

“Kak, kamu itu punya perasaan gak sih ? Kakak kan udah besar, bukan anak-anak lagi. Kalau mau bertindak dipikir dulu dong kak. Udah dong kak, kasian bunda ! kalau kakak nggak berhenti, berarti kakak bukan manusia !” teriakku. Kakak pun berhenti dan langsung meninggalkan kami berdua.

****

“Reno ! Bunda di mana ?!” Teriak kakak

Tiba-tiba terdengar suara yang lemah memanggil kak Angel.

“Angel…. Angel….” Kata bunda dengan nada lemah dari dalam kamar, suara ibu membuat raut wajah kak Angel berubah, dari tadinya garang tiba-tiba ada kekhawatiran. Kami berdua langsung masuk ke kamar bunda.

“Akhirnya kamu datang juga, nak. Bunda Cuma mau minta maaf sama Angel. Bunda sadar kalau bunda itu nggak pantas jadi ibu kalian. Jika kalian tidak menginginkan kehadiran bunda di kehidupan kalian, bunda bisa menerimanya” Suara bunda lirih dan kata-kata bunda membuat kami sedih.

“Bunda sudah memaafkan semua kesalahanmu pada bunda. Tapi jangan mengulanginya lagi, nak. Bunda adalah orang yang merawatmu sejak lahir, Bunda membesarkanmu dengan penuh kasih sayang. Dan bunda yakin, dengan kasih sayang yang bunda berikan selama ini membuatmu menjadi anak yang baik, Angel. Bunda yakin itu” Aku memandang wajah bunda yang begitu tulus dan penuh kedamaian, sungguh bunda masih memiliki lautan kasih sayang yang tiada batasnya.

Tetapi, lama kelamaan, wajah bunda terlihat kian memucat, namun kasih sayangnya masih terus membesar untuk anak-anaknya. Aku melihat wajah kak Angel, tiba-tiba ada tetes air mata yang jatuh ke pipi kakak.

“Iya, bunda. Angel juga ingin….” Belum selesai kak Angel bicara tiba-tiba bunda memejamkan matanya perlahan, dan senyumnya mengembang di wajahnya yang teduh, dalam kepergiannya kepada Tuhan.

“Bunda…………………. !” Kak Angel berteriak memanggil nama bunda, kali ini teriakan kak Angel bukan sebuah amarah, bukan kebencian, tapi teriakan kehilangan. Kak Angel jatuh di hadapan bunda yang telah tiada, kak Angel terus menerus menciumi kaki bunda sambil memanggil-manggil nama bunda. Dari situ aku tahu kalau kakak begitu menyesal, ingin menebus kesalahan kepada bunda, tapi apalah daya, waktu sudah berganti, bunda telah tiada.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PACAR NADHIEN SEORANG HANTU

Oleh: Resti Noviana (SMP N 5 SATAP SUkoharjo)

 

Aku udah pernah dengar cerita dari seorang siswi dari SMA BINAKARYA bahwa dia udah pernah mempunyai pacar seorang hantu. Semua teman-temannya pun bingung kok bisa ya ada seorang cewek yang berpacaran dengan seorang hantu.

Awal mula ceritanya adalah ada seorang siswi yang  bernama Nadhien. Nadhien adalah siswi yang lumayan terkenal dengan paras yang cantik dan anggun, dia juga termasuk siswi yang berprestasi di SMA BINAKARYA waktu itu. Wataknya periang, ceria dan baik. Nadhien sering mendengar cerita bahwa dulu ada seorang kakak kelasnya alumni tahun 2001 ada yang meninggal karena kecelakaan di depan sekolah SMA BINAKARYA tersebut, dan katanya hantunya sering menampakkan wujudnya di saat-saat tertentu yang berkaitan dengan kenangan-kenangannya. Nadhien pun berfikir bahwa itu Cuma omongan-omongan yang bohong dan tidak nyata, mana mungkin ada hantu di sekolah tersebut. Pasti itu semua hanya kebohongan yang dibuat-buat saja.

Suatu ketika saat Nadhien sedang berada di tempat yang biasa ia datangi, ia melamun dan iapun berkata “kapan ya aku bisa punya pacar seperti teman-temanku yang lain ?”

Tiba-tiba ada segerombolan anak-anak cewek yang tak lain adalah teman-temannya sendiri yang mencoba untuk menggertak Nadhien dari belakang agar Nadhien kaget.

“satu…. dua… tiga….” Bisik teman-teman Nadhien di belakangnya dan kemudian mereka semua berteriak bersama-saa

“Hayyoooo Nadhien kamu lagi ngapain sendirian di sini ?” Nadhien terkaget dan menoleh ke teman-temannya.

“Kenapa gak gabung sama kita-kita?” Winda berkata.

“Em.. Pasti kamu lagi ngelamunin pacar kamu ya? Hayoo ngakuuu. “ Annisa berkata

“Ciyee ciyeee, yang lagi ngelamunin cowoknya”

Nadhien pun menjawab

“Apa-apaan sih kalian ini, udah mengagetkan saja, nuduh yang enggak-enggak kaya gitu lagi, aku kan udah bilang sama kalian kalau aku ini belum punya pacar !”

“Ah, masa sih kamu gak punya pacar ? aku gak percaya deh sama kamu, secara ya kamu itu cantik, baik, pinter lagi, masa nggak ada sih yang mau jadi pacar kamu ?” Kata Aulia

 “Iya masa sih kamu gak punya pacar?????” kata teman-temannya bersamaan.

“Beneran kok, aku serius !!” Nadhien menjawab

“Ooooh gitu yaa?” Teman-temannya menimpali

“Ya gitu deh. Eh ayo kita masuk ke kelas, belnya sudah berbunyi tuh !” Ajak Nadhien

“Ayooo !!” Merekapun masuk ke kelas.

****

Akhirnya waktu untuk pulang sekolah pun tiba, Nadhien, Winda, Annisa dan Aulia pun pulang bersama, saat sudah sampai di jalan mereka ngobrol-ngobrol sambil membayangkan kalau mereka pulang sekolah dijemput oleh pacar-pacarnya, dan ternyata pacar-pacar mereka menjemput mereka kecuali Nadhien. Ia berjalan seorang diri.

“Huft. Capek banget, yang lain dijemput pacarnya, sedangkan aku malah jalan kaki sendirian begini” kata Nadhien. Ketika di jalan, Nadhien melihat seorang cowok dengan motor Ninja warna putih dengan paras wajah yang tampan, membuat Nadhien jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Cowok itu keren benget, coba ya aku bisa jadi pacar dia, tentu aku akan sangat bahagia” Ujar Nadhien dalam hatinya, tetapi rupanya, lelaki yang dilihat Nadhien itu hanya bisa dilihat oleh Nadhien saja, yang lainnya tidak melihatnya.

Beberapa hari setelah itu, saat Nadhien pulang sekolah sendirian, tiba-tiba lelaki tampan itu dilihatnya datang menghampirinya dengan  motornya, Nadhien pun terkejut saat lelaki yang selalu ada di angannya datang menghampirinya.

“Hai. Boleh kenalan nggak ?” Tanya lelaki itu.

“Hai juga boleh aja kok” Jawab Nadhien dengan tersipu malu

“Nama kamu siapa ?” Tanya lelaki itu lagi.

“Namaku Nadhien, nama kamu ?” Jawab Nadhien

“Namaku Ardi Alamsyah, aku boleh minta nomor hape kamu gak?” Ucap Ardi

“Boleh aja, ini nomor hapeku: 08773408778” Jawab Nadhien

“Terima kasih ya, nanti kita sms-an” kata Ardi

“Iya, kembali kasih” Nadhien menjawab dengan sangat gembira.

****

Saat di sekolah Nadhien menceritakan bahwa dia punya kenalan seorang lelaki yang sangat keren kepada teman-temannya, tentu itu suatu kebanggaan buat Nadhien.

“Masa sih???” Teman-teman Nadhien tidak percaya

“Kamu kenal di mana?” tanya salah seorang teman

“Kalian gak percaya ? Coba lihat nanti sepulang sekolah aku akan dijemput sama dia” Tegas Nadhien.

Saat sepulang sekolah Nadhien melambaikan tangannya sambil  berkata,

“Hai ! teman-teman, itu cowokku, aku pulang dulu ya !”

Belum sempat teman-temannya merespon, Nadhien sudah berlari ke arah jalan raya dan terlihat berbicara sendiri. Teman-temannya saling memandang satu sama lain, kebingungan.

“Ha?? Mana ? Nggak ada cowok kok di sana”

“Iya, di sana gak ada cowok kok !” Mereka pun menggaruk rambut mereka yang tidak gatal.

****

Suatu hari Winda, Anisa, Aulia bilang kepada Nadhien bahwa waktu itu tidak ada siapa-siapa di jalan sepulang sekolah. Nadhien tidak percaya dengan teman-temannya, dia pun menceritakan bahwa lelaki yang dimaksudnya adalah alumnus SMA BINAKARYA dulu. Teman-temannya tetap tidak mempercayainya dan mengatakan bahwa Nadhien hanya membohongi mereka saja.

“Sudahlah Dhien, nggak punya cowok itu bukan aib kok, itu malah sebuah prestasi, kamu bisa fokus ke pelajaran sekolah dan belajar dengan tenang.” Kata seorang teman

“Iya, Dhien. Betul, kami malah menyesal punya cowok tapi belajar kami jadi terbengkalai. Jadi, kamu nggak usah berpura-pura punya cowok seperti itu” Sahut yang lain, membuat Nadhien berpikir juga, tetapi mengingat Ardi, Nadhien ingin membuktikan bahwa lelaki bernama Ardi itu benar adanya.

Nadhien mengajak teman-temannya ke ruang guru untuk melihat daftar alumnus, di ruang guru, mereka mencari-cari nama Ardi Alamsyah.

“Nah ! ini orangnya ! ini, teman ! sini deh !” Teriak Nadhien, yang lain pun mengikutinya.

“Ini cowok yang kutemui kemarin, wajahnya juga ini !” Kata Nadhien sambil menunjuk foto dalam buku alumnus.

“Kalian kenapa ribut-ribut di sini ?” Tegur bu guru Ayu.

“Ini bu, kami mencari lelaki bernama Ardi Alamsyah di buku alumnus” Jawab seorang teman Nadhien.

“Ooooh, Ardi, dia memang alumnus sini, tapi sebulan yang lalu dia meninggal karena kecelakaan di depan sekolah karena mengendarai motor sembarangan” jelas bu Ayu. Teman-teman Nadhien saling memandang dengan wajah ketakutan. Tak terkecuali Nadhien yang terpaku, dan beberapa detik kemudian, Nadhien jatuh tersungkur, pingsan.

 

 

 

SEMANGAT HIDUP

Oleh: Meylisa Setiyaningrum (SMP N 2 Sukoharjo)

 

Di suatu rumah yang sangat megah, hiduplah tiga kakak beradik. Mereka tinggal bersama orang tua mereka. Anak yang pertama bernama Anisa, ia sangat cantik, rambutnya panjang hitam berkilau-kilau. Anak yang kedua bernama Alia, ia sangat sadis, sombong dan manja. Sedangkan yang bungsu bernama Mila, ia sangat baik hati, ramah dan penurut.

Saat mentari terbit dari Timur, membuat mata Mila terbuka dari mimpinya yang lelap, Milapun terbangun dari ranjangnya, kemudian mereka membuka jendela kamarnya dan melihat burung yang menari dan beterbangan di depan jendela kamar Mila, embun putih yang ada di daun membuat semangat hidup yang baru buat Mila.

Setelah lama memandang indahnya alam sekitar rumah Mila, kemudian ia bergegas menuju ke kamar mandi. Setelah selesai beres-beres Mila menuju ke ruang makan untuk sarapan pagi bersama keluarganya.

Ketika Mila sedang sarapan, Alia menjahili Mila dengan menjatuhkan gelas yang ada di samping Mila

“Prang… !!!” Semua orangpun terkejut.

“Ada apa itu” Tanya mama dengan nada keras

“Aku tidak tahu, ma” Jawab Mila

“Ah, bohong ma, dia tadi sengaja ngejatuhin gelas itu, Ma.. “ seru Alia

“Enggak kok, ma” Jawab Mila dengan nada ketakutan

“Ah, bohong. Tinggal ngaku aja kok repot” Seru Alia

“Sudah, sudah. Jangan ribut, Mila cepat kamu bersihkan!” Jawab Mama dengan wajah yang marah.

“Iya baik ma” Sambung Mila

Alia dan Anisa tertawa bahagia melihat penderitaan Mila karena ulah Alia. Setelah Mila selesai membersihkan pecahan gelas tadi, Mila dan kakaknya pun berpamitan kepada Mama dan Papa mereka untuk pergi ke sekolah. Kemudian mereka bergegas ke sekolah dan diantar menggunakan mobil yang dikendarai oleh pak Bejo, supir pribadi keluarga Mila.

Karena murid baru di sekolah, Mila diberi angket untuk memilih ekstrakurikuler, ada ekstra pilihan dan wajib. Dari dulu Mila memang mempunyai bakat menari, namun orang tuanya tidak pernah menyetujui Mila untuk menari. Akhirnya Mila bingung, ia ingin mengembangkan bakarnta namun ia takut sama orang tuanya. Akhirnya Milapun terbayang dengan masalah ekstra tersebut, sampai-sampai saat sedang pelajaran Bahasa Indonesia Mila melamun di kelas. Lalu pak guru mendekati Mila.

“Mila, kamu kenapa kok melamun?” Mila. Mila” Tanya pak guru sambil menggoyang-goyangkan tangannya di depan mata Mila.

“Enggak ada apa-apa kok pak” Jawab Mila sambil mengucak-ucak matanya sampai merah.

“Oh, kalau tidak ada apa-apa kok kamu melamun? Ya sudah sekarang kamu fokus dan perhatikan bapak” Jelas pak guru

“Iya baik pak” Jawab Mila.

Belpun berbunyi, tanda pulang telah tiba. Mila keluar dari kelas dan menyusul kedua kakaknya yang sudah lewat di depan kelas Mila.

“Kak, tunggu Mila” Seru Mila

“Ayo cepat, lelet amat sih jadi orang !” Jawab Kakak Mila.

Milapun berlari dengan kencang, seperti angin yang lewat karena takut ditinggal kakaknya. Setelah Mila menyusul kakaknya, Mila disuruh membawa kedua tas kakaknya. Milapun kelelahan sampa keringatnya bercucuran di muka Mila.

Milad an kakaknya berdiri di depan gerbang sekolah karena menunggu mobil jemputan yang belum juga datang. Karena sangat lelah membawa tas kedua kakaknya Mila kemudian duduk di bawah pohon yang tersenyum melihat Mila kelelahan. Karena melihat Mila duduk kemudian Anisa mengusir Mila.

“Eh, kenapa kamu duduk di situ ?” sentak Anisa

“Aku capek banget nih kak, kan dari tadi aku disuruh bawa tas kakak” jawab Mila dengan nada lirih.

“Ah, banyak omong kamu ! Sudah sana minggir, aku juga mau duduk !” usir Alia.

Mila kemudian beridiri dan mempersilakan kakaknya untuk duduk karena sangat lama menunggu, Mila disuruh membeli minuman untuk kakaknya yang kehausan karena terik yang seakan membakar kulit mereka.

Sambil minum es, tiba-tiba Anisa bertanya

“Eh, Mil, ngomong-ngomong kamu mau milih ekstra apa? Tanya Anisa

“Masih bingung ini kak, aku sih ingin ikut ekstra menari, tapi mau bagaimana lagi, mama dan papa kan tidak boleh kalau aku menari” jawab Mila.

“Iya, benar, Mil. Kamu jangan ikut ekstra menari lho. Sampai kamu ikut, aku aduin sama mama papa” sambung Alia.

“Enggak kok, kak, nanti aku coba ekstra yang lain kak” jawab Mila.

Mobil jemputan tiba, mereka bertiga bergegas untuk pulang. Sesampainya di rumah, Mila langsung masuk ke kamar.

“Aduh, bagaimana nih, aku ingin sekali ikut ekstra menari, tapi aku takut dimarahi papa, dari dulu kan papa tidak suka kalau aku menari” Mila melamun

“Non Mila, dipanggil nyonya, katanya disuruh makan siang” panggil bi Iyem.

“Iya bi, nanti sebentar lagi aku lagi ganti baju” jawab Mila.

Akhirnya Mila keluar dan menuju ruang makan.

“Kenapa Mil kok makannya enggak dimakan?” tanya Mama.

“Ah itu paling kan Cuma pengen dimanja mama aja” jawab Alia sirik.

“Hem, begini ma, pa, tadi siang di sekolah aku kan diberi angket untuk memilih ekstra, tapi aku bingung mau milih esktra apa” jelas Mila.

“Memangnya kamu ingin memilih ekstra apa? Sampai kamu nggak makan?” tanya Mama.

“A… A…ku sih inginnya ekstra tari” jawab Mila lirih.

“Tidak bisa !!!” sentak apa sampai memukul meja.

“Kalau kamu sampai ikut ekstra menari lebih baik kamu keluar saja dari rumah ini, papa kan sudah bilang dari dulu kalau kamu itu tidak boleh ikut ekstra tari, karena menari itu hanya merusak pelajaran, masa depan kamu” sentak papa.

“Tapi, pa…” sambung Mila

“Ah.. Jangan diijinin pa, nanti malah ngelunjak !” sahut Anisa.

“Diam semuanya, pokoknya papa tidak mengijinkan kalian untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat” sambung papa.

Akhirnya Mila pun menangis bercucuran air mata, dan berlari menuju kamarnya yang tercinta. Anisa dan Alia tertawa bahagia melihat Mila yang dibentak papa sampai nangis.

Keesokan harinya Mila pergi ke sekolah seperti biasa dengan diantar oleh pak Bejo. Sesampainya di sekolah, Mila bertemu dengan DIlla, teman sekelas Mila.

“eh, mil. Kamu BARU SAMPAI YA?” tanya dilla

“Iya nih” jawab Mila.

Akhirnya mereka berduapun berjalan bersama menuju ke kelas mereka, tepat pukul 07.15 belpun berbunyi tanda masuk telah tiba. DIlla dan Mila berlari karena takut terlambat.

“Anak-anak, angket ekstra kalian dikumpulkan sekarang ya?” ucap pak guru.

“Mila, mana angketmu?” tanya pak guru kepada Mila karena Mila belum mengumpulkan angket yang pak guru minta.

“A… anu pak…” jawab Mila gugup.

“Kenapa, Mila ?” tanya pak guru.

“Ini pak, tapi belum ditandatangani” jawab Mila.

“Kenapa belum ? tapi kemarin kamu sudah berikan kepada orang tuamu kan ?” tanya pak guru.

“Sudah, pak. Tapi orang tua saya tidak setuju kalau saya ikut ekstra tari, tapi saya ingin sekali ikut ekstra tari, karena dari dulu saya senang menari dan sekarang saya ingin menyalurkan bakat saya, pak. Tapi mau bagaimana lagi kan orang tua saya tidak suka kalau saya menari” jelas Mila.

“Oh ya, nggak apa-apa kalau kamu ingin sekali menari, kamu boleh ikut kok, walaupun angket kamu belum ditandatangani, tapi kamu harus janji kalau kamu akan bersungguh-sungguh” terang pak guru.

“Iya pak saya pasti akan berusaha” jawab Mila.

Setelah pulang sekolah, karena kebtulan hari itu saatnya ekstra tari Mila tidak pulang dulu ke rumah, ia tetap berada di sekolah untuk ikut ekstra tari. Setelah ekstra dimulai kemudian Mila diajari menari oleh bu Sinta. Guru ekstra tari di sekolah Mila. Setelah beberapa lama Mila diajari tari, Mila langsung bisa menari dengan sangat lihai dan lemah gemulai. Setelah ekstra selesai Mila kemudian pulang ke rumah.

“Tok tok tok” suara ketukan pintu.

“Silakan mausk non” ujar bibi sambil membuka pintu.

“Dari mana kamu Mil ? kenapa jam segini baru pulang ?” tanya Mama.

“A…. aku habis ikut ekstra, ma” jawab Mila dengan nada yang gugup, dan pipinya berwarna merah karena takut.

“Memangnya kamu ikut ekstra apa?” tanya Mama.

“A… aku ikut esktra KIR, ma” Mila terpaksa bohong takut dimarahi mama.

“Oh ya sudah sana ganti baju dulu” ujar mama.

“Iya baik ma” jawab Mila sambil mengelus dada lega.

Kemudian Mila masuk ke kamar dan buru-buru ganti baju.

“Ya Allah maafkan Mila, Mila terpaksa bohong sama mama, karena Mila tidak ingin mama marah sama Mila” renung Mila.

Keesokan paginya di sekolah Mila ditanya sama kakaknya tentang ekstra apa yang Mila pilih. Namun Mila terpaksa bohong lagi sama kakaknya, karena Mila takut diadukan kepada mama papa, namun kakak Mila tidak percaya dengan Mila.

Pada suatu hari, Mila minta ijin kepada kakaknya untuk ikut ekstra, karena kakaknya penasaran dengan Mila, tiba-tiba kakak Mila mengikuti Mila. Saat Mila mau masuk ke ruang tari, tiba-tiba rambut Mila ditarik dari belakang oleh kakaknya. Milapun berteriak karena kesakitan. Saat Mila balik badan ternyata yang menarik rambutnya adalah Anisa dan Alia. Mila pun terkejut karena kakaknya sudah mengetahui kalau Mila ikut ekstra tari. Akhirnya dengan nada yang keras seakan memecahkan gendang terlinga, kakak Mila memarahi dan mengancam Mila, kalau dia akan diadukan pada orang tuanya. Mila kemudian meminta maaf pada kakaknya sampai-sampai Mila berlutut di kaki Anisa dan Alia, tapi kakaknya tidak peduli apa yang dikatakan Mila.

Sesampainya di rumah, Anisa dan Alia mengadukan kepada mama papa tentang kejadian tadi di sekolah. Mendengar hal tersebut, papa Mila langsung emosi dan memarahi Mila. Mila lalu berlari menuju kamarnya karena Mila takut. Dari pagi Mila sampai tidak makan karena tidak nafsu makan. Sampai bi Iyem membujuk Mila untuk makan walaupun sesuap, tapi Mila tidak mau keluar dari kamarnya.

Saat malam tiba, Mila membuka jendela kamarnya dan ia menangis sambil menatap indahnya malam, bulan yang tertidur lelap dan bintang yang benderang. Ia berdoa pada Tuhan agar kedua orang tuanya mau menuruti apa yang diinginkan. Setelah Mila mengeluarkan air mata yang sangat banyak, kemudian ia tidur di atas ranjang yang ditemani dengan boneka-boneka yang ia sayangi.

Keesokan harinya Mila tidak boleh berangkat ke sekolah karena papanya takut kalau ia akan belajar menari lagi. Milapun menangis pilu dan air matanya berccucuran di muka Mila. Mila meminta agar papanya bisa mengijinkan ia menari, tapi papanya tidak juga setuju kalau Mila ikut menari. Walaupun Mila menjelaskan panjang lebar tapi papanya tidak mau mendengar apa yang dikatakan Mila.

Kemudian siang harinya wali kelas Mila mendatangi rumah Mila untuk menanyakan kenapa Mila tidak sekolah. Papa Mila menjawab apa yang terjadi. Lalu pak guru menyadarkan dan membujuk papa Mila agar beliau mau mengijinkan Mila bersekolah kembali.

Papa Mila mau mengijinkan Mila bersekolah tapi dengan satu syarat yaitu Mila tidak boleh menari lagi. Bapak guru tidak bisa melakukan apa-apa, yang penting Mila bisa sekolah lagi.

Pada suatu hari di sekolah Mila mengadakan acara kesenian. Mengetahui hal tersebut pak guru berkata kepada Mila agar Mila mau menampilkan bakatnya. Tapi Mila takut sama orang tuanya. Kemudian pak guru dan teman-teman Mila mendukung dan memberikan semangat yang begitu besar.

“Ayo mil, kamu pasti bisa, tunjukkan bakatmu” seru teman-teman Mila.

“Tapi… aku takut sama papa” jawab Mila cemas.

“Nggak apa-apa kok kamu tunjukkan dulu bakatmu pasti nanti orang tuamu bangga sama kamu” bujuk teman-teman Mila.

Akhirnya Mila naik ke panggung. Di atas panggung Mila sangat takut karena melihat papanya hadir dalam acara tersebut. Melihat Mila di atas panggung dengan kostum tarinya, papa Mila kemudian berdiri dari kursi dan ingin berjalan membawa Mila turun dari panggungm tapi papa Mila ditahan oleh mama Mila.

Kemudian Mila menari dengan sangat lemah gemulai, tatapan matanya membuat semua orang terpana, senyuman manisnya membuat semua orang terpesona. Setelah selesai menari, kemudian papa Mila berjalan ke atas panggung, Mila ketakutan karena ia kira papanya akan memukul dia.

Mila pun ketakutan dan ingin berlari, namun tangan Mila ditarik papanya, sejenak papa Mila memandang Mila. Kemudian papa Mila mengangkat tangannya, Mila ketakutan karena ia kira papanya akan memukul dia. Tapi apakah gerangan papanya, ternyata memeluk tubuh Mila. Rupanya papa Mila merasa bangga terhadap bakat Mila. Sambil memeluk, tangan papa Mila membelai rambut Mila yang panjang, hitam berkilau, ditimpa matahari dengan kasih tulusnya.

Dan kini papa Mila pun sadar kalau seseorang yang mempunyai potensi harus dikembangkan. Karena dengan potensi tersebut masa depan kita tidak akan suram, tak akan hitam seperti tinta pena, tapi akan berwarna seputih dan sesuci mutiara cinta.

 

 

BERLIBUR KE RUMAH NENEK

Oleh: Oktalina Ardianingsih (SD Karanganyar)

 

Tak seperti hari-hari biasanya. Minggu pagi ini begitu segar dan cerah. Setelah bangun pagi, aku langsung merapikan tempat tidurku. Setelah itu, aku langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi. Setelah itu, aku duduk santai sambil menonton tv.

“Anisa, ayo sarapan dulu”, kata ibu menyuruhku untuk sarapan pagi.

“Baik, bu!”. Tanpa basa-basi, sarapan pun langsung ku santap dengan lahap. Tanpa lama sarapanku  pun habis tak tersisa. Setelah selesai sarapan aku pun kembali menonton tv.

“Anisa, ayo cepat siap-siap!”. Tiba-tiba ayah menyuruhku untuk siap-siap.

“ Memangnya kenapa yah?”. Tanyaku dengan herannya, karena ayah tiba-tiba menyuruhku untuk bersiap-siap.

“ Ayah mau mengajak mu untuk pergi ke rumah nenek.”

“ Ke rumah nenek? Horeee….asyik dong!”

“ Ya sudah cepat kamu mandi dan bersiap-siap!”

“ok, yah!”

Dengan segera, aku langsung pergi ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, aku langsung bersiap-siap untuk berangkat, tak lupa aku bepamitan kepada ibu. Setelah itu, aku langsung berangkat.

“lho Anisa, kenapa kamu belum pakai helm?”

“ Oh ya, aku sampai lupa memakai helm, untung ayah mengingatkan !”

Saking senangnya, aku sampai lupa untuk memakai helm. Untung ada ayah yang mengingatkanku untuk memakai helm. Setelah memakai helm, aku langsung berangkat ke rumah nenek.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya aku sampai di rumah nenek. Sesampainya di rumah nenek, aku disambut gembira oleh nenek.

“ Ini kamu, Anisa?”

“ Iya nek, ini aku Anisa!”

“ kamu kok sekarang tambah cantik dan tinggi ya?”

“ Ah, nenek bisa saja.”

“ kok kamu baru kesini sekarang ?”

“ Iya nek, soalnya ayah sibuk terus sih!”

“ Nenek itu sudah kangen banget sama kamu Nis!”

“ Anisa juga kangen sama nenek.”

“ Oh iya, sebentar ya Nis, nenek mau buat teh hangat untuk kamu dan ayah.”

“ Iya nek!”

Sambil menunggu teh hangat, aku duduk santai sambil menonton tv. Setelah 5 menit, terlihat nenk dari arah belakang membawakan teh.

“ Anisa, ini tehnya. Diminum ya !”

“ ya nek!”

“ Oh ya, sekalian, tolong ini berikan kepada ayahmu ya? Nenek mau ke kamar mandi dulu!”

“ Ya, nek!”

“ Yah, ini tehnya. Di minum ya!”

“ Ya, terima kasih. Ditaruh di situ saja!”

“Ya, yah!”

Teh  hangat, segera ku minum samapai habis. Rasanya enak, pas tidak terlalu manis. Setelah teh hangat habis, aku langsung tidur karena lelah. Aku tertidur dengan puasnya. Saat aku bangun, jam dinding menunjukan bahwa sekarang sudah jam 14.45 wib. Setelah rasa lelah ku hilang, aku langsung mengajak ayah untuk pergi jalan-jalan.

“ Yah, jalan – jalan yuk?”

“Baiklah, ayo kita berangkat!”

Setelah ayah mengajakku untuk berangkat aku segera bersiap-siap untuk brangkat, tak lupa sebelum berangkat aku berpamitan trlebih dahulu kepada nenek. Setelah berpamitan kepada nenek, aku segera berangkat. Aku dan ayah saat berangkat jalan-jalan, tidak menggunakan sepeda motor tapi jalan kaki. Aku sangat penasaran, kira-kira ayah  mau mengajak ku kemana ya? Tanyaku di dalam hati. Dari pada aku penasaran aku langsung tanya pada ayah.

“ Yah, sebenarnya kita mau kemana sih?” tanyaku pada ayah.

“ Kita pergi ke pasar induk dulu, setelah itu kita jalan-jalan!”

“ Ke pasar induk? Memangnya kita mau ngapain ?”

“ Ayah mau beli kunyit dan jahe!”

“ooh…begitu ya!”

“ayo kita jalan lagi”

“Baik yah!”

Setelah bertanya kepada ayah dan sempat berhenti di tengah jalan, lalu aku dan ayah kembali melanjutkan perjalanan menuju pasar induk. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit, akhirnya aku dan ayah sampai di pasar induk. Sesampainya di pasar induk, ayah langsung mencari pedangang kunyit dan Jahe. Setelah Siang menemukan pedagang jahe dan kunyit langganan ayah, kemudian ayah langsung membeli jahe dan kunyit. Setelah selesai berbelanja, aku menagih janji ayah tapi ayah tidak  bisa memenuhi janjinya sekarang karena  hari sudah sore. Memang dalam hatiku merasa sedikit kecewa tapi aku senang karena di dalam pasar induk, aku mendapat banyak pengalaman. Karena hari semakin sore, aku dan ayah segera kembali ke rumah nenek untuk mengambil helm, jaket dan lain-lain. Sesampaianya di rumah nenek, aku dan ayah  langsung  memakai helm, jaket dan menghidupkan motor. Tak lupa, sebelum pulang aku berpamitan kepada nenek . setelah berpamitan kepada nenek, aku  langsung pulang.  Hari minggu ini adalah hari yang paling menyenangkan buatku. Walaupun tadi aku tidak jadi jalan-jalan tapi menurutku waktu aku mengunjungi pasar induk tadi, aku sudah cukup senang karena aku banyak mendapatkan pengalaman yang berharga.

 

 

 

DEWI RAFLESIA DAN PERI BINTANG

Oleh: Rita Widya Putri (SD N 2 Sukoharjo)

 

Konon di langit terdapat istana pelangi. Sewaktu Raja Matahari sedang menyinarkan sinarnya dan Raja Air Hujan sedang menurunkan hujannya , lalu para Bidadari dari Istana Pelangi turun dari Istana ke Bumi untuk bermain air di Sungai atau Danau yang airnya bersih.

Dari salah satu bidadari itu ada yang tertimpa musibah, dia bernama Dewi Raflesia, selendangnya hanyut terbawa arus tida tahu kemana. Dewi Raflesia pun sedih, bidadari lainnya juga ikut merasa sedih tetapi bidadari lainnya harus segera kembali ke Istana karena hari sudah mulai sore.

Sesampainya di Istana, Raja atau ayah dari Bidadari itu bertanya

“Mana Dewi Raflesiakenapa idak ikut kalian?”

Lalu salah satu dari para bidadari itu menjawabnya

“ Begini yah…. Dewi Raflesia itu selendangnya hanyut terbawa arus entah kemana jadi Dewi Raflesia tidak bisa ikut terbang bersama kami untuk pulang”.

“ Wah…hari sudah mulai malam sekarang kita istirahat dahulu, besok baru kita memikirkan bagaimana caranya untuk mencari selendang Dewi Raflesia“ 

“ Baik Ayah “  ucap para bidadari serentak menjawabnya.

Sedangkan Dewi Raflesia hanya bisa duduk sambil menangis dan berharap ada orang yang mau membantunya untuk mengambilkan selendangnya yang hanyut terbawa arus entah kemana. Lalu Dewi Raflesia dikagetkan oleh sinar terang dari langit dan DewiRaflesia pun berharp semoga saja itu adalah ayahnya dan para saudaranya.

” Ya Tuhan…semoga sinar itu adalah ayah dan para saudaraku” ternyata sinar terang itu bukan ayahnya dan para bidadari / saudaranya melainkan Peri Bintang.

“ Siapa kamu mengapa aku belum pernah melihatmu”.

“ memang, kamu belum pernah melihatku karna aku keluar dari Istana kalau ada bidadari yang sedang kesusahan karana itu aku ditakdirkan untuk menolong para bidadari yang sedang kesusahan“ jawab Peri Bintang.

“Kalau memang kamu Peri Bintang yang ditakdirkan untuk menolong para Bidadari, tolong ambilkan selendangku yang hanyut terbawa arus entah kemana“ ini selendangmu sudah aku ambilkan sebelum aku menemuimu, apakah betul ini selendangmu?”.

“ Wah…ini betul selendangku, terima kasih banyak Peri Bintang sudah mengambilkan selendangku. Sekarang aku sudah bisa pulang ke istana dan bertemu dengan ayah dan saudaraku”.

“ Ya sudah aku pulang dulu ya….”

 “tunggu..kamu ikut akuke istna dulu akan ku kenalkan kamu pada ayahku dan para saudaraku”.

Sesampai di Istana Dewi Raflesia memperkenalkan kepada ayahnya dan para saudaranya tentang Peri Bintang yang sudah menolongnya sewakyu selendangnya hanyut terbawa arus.

“Terima kasih Peri Bintang kamu telah menyelamatkan anakku jadi kamu aku kasih 1 kota hadiah untukmu “. 

“Terima kasih Raja, itu semua sudah jadi takdirku untuk menolong para bidadari yang sedang kesusahan jadi hadiah itu lebih baik disimpan saja “.

“Tetapi saya iklas lo”.

“Tidak usah hadiahnya disimpan saja, ya sudah saya sekarang harus kembali ke istana” .

“Iya…hati-hati ya..”.

“ Ya..terima kasih ya”.

Sekarang Para Bidadari sudah akan lebih berhati-hati dalam bermain air karna mereka takut nasibnya akan seperti Dewi Raflesia.

 

 

DI SAAT RINTIK HUJAN

Oleh: Atika Dwi Saputri (SD 1 Sukoharjo)

 

Beni masih tergolek di tempat tidurnya. Hari itu sekolah libur. Makanya ia dapat bermalas-malasan. Matanya menatap kosong ke atas langit-langit kamar. Tiba-tiba saja Beni teringat pada almarhumah mamanya. Semua kenangan indah terbesit dibenaknya. Terbayang senyum manisnya, terasa belaian kasih sayangnyayang lembut. Mama yang sangat perhatian. Ah..kenapa kau begitu cepat pergi, padahal aku masih butuh kasing sayangmu.

Beni menarik napas dengan berta. Tidak tersa air matanya menetes dan jatuh diatas bantal. Ia menoleh ke arah foto mama yang terletak di meja belajar. Ia Nampak cerah dan berseri. Kenapa mama harus diberi penyakit berat? Penyakit ifus itu telah menggerogoti dan mengambil nyawanya. Tapi itu semua kehendak Tuhan, semoga saja ia mendapat tempat di sisi-Nya. Beni cepat menghapus air matanya.

Tok!Tok!Tok! “Beni, bangun sayang!sudah siang!” terdengar pintu kamar diketuk. Suara Tante Marni menyuruhnya bangun.

Tante Murni adalah mama barunya. Beni belum tahu bagaimana sifat-sifatnya. Parasnya memang cantik tapi apakah hatinya juga cantik ? Beni bahkan belum berani untuk memanggilnya mama.

“ Beni bangun, kamu harus sarapan !” Panggil Tante Marni lagi.

“ ya Beni dari tadi sudah bangun kok” Sahut Beni.

“ Cerewet amat sih!” desisnya.

Setelah mandi, Beni bergegas menuju meja makan. Di sana sudah ada papa dan Tante Marni.

”Ayo Beni sarapan yang lahap ya!” Tante Marni segera mengambilkan nasi untuk Beni.

“Nih, ada yam goring kesukaanmu, pasti enak dan gurih!” tambahnya lagi. Eni agak terkejut, dari mana perempuan itu tahu tentang makanan kesukaannya

“Papa cerita kalau kamu suka makan ayam goreng” cerita Tante Murni.

Beni tersipu karena isi hatinya tertebak,

”Terima kasih, tante !” ucap Beni pelan.

Papa tersenyum menatap Beni.

“Ben, kamu harus belajar memanggil Mama jangan Tante!” ujarnya. Beni menyimpan kembali suapannya.

“Eh..biarlah Pa, dipanggil tante juga enggak apa-apa. Nanti juga pelan-pelan Beni akan memanggilku Mama. Jangan dipaksakan” timpal Tante Marni.

Selesai sarapan Beni kembali masuk kamar. Mulutnya bersunggut-sunggut.

 “ukh sok perhatian segala! Pasti Tante Marni ingin mendapatkan pijian dari papa. Dimana-mana yang namanya mama tiri semuanya sama. Kalau enggak galak ya jahat!” Beni masih menyangsingkan kasih sayang mama barunya.

Sore harinya, Tante Marni mengajak Beni jalan-jalan. Kebetulan di lapangan ada pasar malam. Di sana bisa naik kincir angin, kuda-kudaan, kereta mini dan banyak lagi. Beni peri bersama Tante Marni diantar oleh Mang Ujang sopir Papa. Sementara Mang Ujang menunngu di mobil, Tante Marni dan Beni berkeliling. Sore yang cerah para penghujung memadati arena,

Tangan Beni dipegang erat Tante Marni. Mereka bedesak-desakan.

“Kamu mau naik kincir angin?” tawar Tante Marni.

Eni menggelengkan kepala

”oh, Tante tau. Kita kesana yuk !” Tante Marni menuntun Beni menuju ke Stan Pakaian. Disana Beni dibelikan beberapa potong pakaian. Pada saat Tante Marni membayar pakaian itu Beni tertarik dengan pesulap yang berada dipojok lapangan. Ia pergi tanpa pamit badanya yang kecil menyelinap diantara ratusan pengunjung.

Cuaca cerah tiba-tiba mendadak mendung. Gerimis pun turun. Beni  baru tersadar, ia celingukan mencari-cari Tante Marni. Begitu juga Tante Marni. Dengan cemas ia berputar-putar mencari Beni. Sementara hujan turun bertambah deras. Hari mualai gelap. Beni mengusap air diwajahnya. Badannya mulai basah. Tiba-tiba dari belakang pundaknya ada yang menepuk .

“Ben, mama cari kemana-mana, ternyata kamu disini!” Tante Marni membuka jaletnya dan menjadikannya penutup kepala Beni.

“ kita lupa enggak bawa payung, sekarang pulang saja, yuk!” hati Beni bergetar sementara ia hangat oleh jaket Tante Marni malah basah kuyup kehujanan.

Esoknya, Tante Marni batuk-batuk dan demam. Beni merasa bersalah. Tiba-tiba saja dihatinya ada satu kekhawatiran. Ia tidak ingin kehilangan lagi orang yang menyanyanginya. Dengan segelas teh hangat, Beni mengetuk pintu kamar Tante Marni.

“Masuk!” suara dari dalam. Perlahan Beni mendorong pintu,

“ Beni!” kata Tante Marni.

“ Ma..maafkan, Beni Ma!, Minumlah teh hangat ini!”. Ucap Beni dengan tertunduk. Mama Marni memeluk Beni bahagia

“ terima kasih Beni!”.

 

 

SEBUAH PENYESALAN

Oleh: Haryati (SD N Kupangan)

 

Vera mempunyai anjing yang cerdik, cerdas, tampan dan tampak gagah seperti detektif sejati. Vera member nama anjing itu Delfi, tampak gagahkan?. Anjing itu pemberian dari kakeknya yang tinggal di Surabaya, anjing itu menjadi hewan kesayanganya karena kakeknya member nasehat kepadanya

“ Vera, cucuku kuberikan anjing iniuntukmu, sayangilah anjing ini  beri makan lah dia, jagalah dia, kau sanggup bukan?“.

“Iya kek, Vera akan mencoba menjaga anjing ini kek ! “ jawab Vera dengan senangnya,

“ Eh..Vera jangan melamun “ kata Bella temannya. Ternyata Vera sedang melamun. Dia tidak sabar lagi pulang untuk mencubu anjingnya kesayangannya.

Bel tanda pulang sekolah berbunyi nyaring..Vera, Bella dan teman-teman lainnya berhamburan kelur kelas untuk pulang. Di tengah jalan Novi dan Bella berpisah untuk menuju rumah masing-masing. Sampai dirumah anjingnya segera menjemput tuannya.

“guk..guk..guk..” anjing itu segera menjilati pipi Vera.

“ oh..Anjing ku..sayang ternyata kau sangat lama menungguku ya?”

guk..guk…guk…., terus saja anjing itu menjilati pipi si Vera.

“ vera..vera..ganti pakaian mu nak..!” kata ibunya dari dalam .

“ ya bu!” jawab Vera.

Vera segera mengganti pakaian seragamnya, setelah itu ia makan siang bersama ayah dan ibunya. Tak lupa anjingnya berada disebelah tempat duduknya dia sedang makan. Setelah selesai makan siang Vera mencuci piring di dapur. Walaupun di rumahnya ada pembantu tetapi dia masih mengerjakan pekerjaan yang ringan. Katanya ia ingin membantu pembantunya yang bernama Bi Ijah. Walaupun orang tuanya melarang tetapidia tetap mengerjakan pekerja itu.

“ Vera, kamu tidak usah cpek-capek mengerjakan pekerjaan yang itu kan sudah ada Bi Ijah pembantu kita? “.

“bu..kan kasihan Bi Ijah kan capek!” ya begitulah Vera tetap mengerjakan pekerjaan yang ringan-ringan seperti mencuci piring, menyapu lantai dll. Itulah Vera anak yang cantik dan rajin, anjingnya juga sangat senang pada Vera yang masih sekolah dasar kelas VI SD Negeri 1 Jakarta Timur karena pendidikan dari guru dan orang tuanya Vera dari kelas I samapai kelas VI ini menjadi bintang juara karena dia rajin belajar, sopan, ramah, baik dan tidak sombong banyak teman-teman suka kepadanya.

Pada suatu hari sepulang sekolah, Vera tidak melihat anjingnya yang biasa menyambutnya pulang sekolah hari ini tidak kelihatan. Dia segera memeriksa kandang anjingnya ternyata tidak ada anjingnya didalamnya. Dia pun segera masuk ke rumah menanyakan anjingnya kepada ibunya.

“ Ibu..apakah ibu tahu dimana Delfi  berada ?” kata Vera disela-sela tangisnya yang mulai merembek.

“ya..ibu juga tidak tahu dari tadi ibujuga mencari dari tadi diseluruh tempat tapi anjing mu tidak ada.” Kata ibu dengan nada yang cemas yang lebih cemas lagi adalah Vera. Dia segera menemui sahabatnya Bella.

“ Bella apakah kamu tahu  Delfi anjingku berada? Kata Vera dengan nada yang sangat cemas

“ emang dimana anjing mu Vera? Kata Vera

“ ayo ceritakan pada ku “ tambah Bella, Vera pun menceritakan apa yang terjadi. “ oleh karena itu apa kamu lihat tidak anjingku? Kata Vera di sela-sela tangisnya.” Tidak aku tidak melihat anjingmu Vera!”kata Bella dengan nada menghibur agar Vera tida menangis.

Setelah pulang dari rumah Bella, Vera segera pulang menuju rumahnya. Dia berharap anjingnya segera pulang dari rumah Bella. Setelah tiba dirumahnya ayahnya sudah pulang dari kantornya.

“kenapa putri ayah yang cantik ini mukanya sembab sekali he..? ayo jawab jangan takut-takut, ayo katakana sayang ? “ kata ayah Vera sambil menarik tangan Vera untuk duduk disebelah ayahnya. Vera pun menceritakan tentang Delfi anjingnya yang ia sayangi,

” Apa !!  Delfi hilang ?” kata ayahnya terperanjat

“ ia ayah Vera bingung harus mencari Delfi kemana lagi ?” kata Vera sambil menangis lagi.

“ Vera kamu harus tanyakan kepada semua teman-teman mu jangan ada yang yang sengaja mencuri anjingmu “ kata ayahnya penuh harap.

” Iya ayah” jawab Vera.

Ibunya d idalam rumah hanya menasihati agar suaminya harus membuat surat kabar kan hilangnya Delfi anjingnya.

Keesokan harinya tiba disekolahnya segera ia meletakan tasnya dan dengan dibantu oleh Bella sahabatnya.

“ apakah kamu tahu dimana  Delfi anjing ku berada? “ kata Vera.

“Tidak aku tidak tahu “kata teman-temannya.

Dari satu kelas ke satu kelas lainya tidak ada jawaban yang memuaskan

“ Bell..kita harus bertanya pada siapa lagi Bell? “ kata Vera putus asa.

“ jangan putus asa dulu Vera siapa tahu ada yang tahu ? “ kata Bella menasihati Vera.

Dari semua teman yang Vera dan Bella tanyakan ada 3 anak yang mencurigakan yaitu: Tono, Tano dan Darko. Yang tadi cuma melihat ekspresi Vera yang menyedihkan.

”Heh.. biar tahu rasa dia bagaimana rasanya kehilangan anjing kesayangannya. “ kata Darko dengan nada yang sangat benci.

“ iya bener bos, makanya sok pintar jadi anak. “ kata Tono dengan kesal.

“ untung tidak ada yang tahu kalau lita yang membawa anjing Vera ke gudang rumahmu Darko

“ ha..ha..ha..ha… Mendengar suara ketawa Bella dan Vera menjadi curiga

“ heh.. !! kenapa kalian tertawa  apa kalian enggak lihat kalau si Vera lagi. Kehilangan anjingnya “ kata Bella dengan nada emosi.

“ ih…kok kamu yang marah sih… emang gue pikirin!emang enak!.

Sesampainya di rumah Vera segera menceritkan semua tentang pendapat dari  teman-temannya

“ ah…masa tidak ada yang tahu  sih.. ??” kata ayah dengan kesal.

“ tapi yah…aku sangat mencurigai sikap Darko dan kedua teman mereka bertiga malah tertawa atau mungkin….

” Jangan menuduh orang lain tanpa bukti potong ayah Vera. Setelah mendengarkan kata-kata Vera yang jelas dari kehari-hari Darko dan kedua temannya setelah pulang sekolah pasti mereka masuk gudang rumah Darko. Vera dan Bella menjadi sangat curiga oleh karena itu pada suatu pagi Vera dan Bella oehraga pagi pada hari minggu. Mereka menangkap  suara yang tidak tahu dari mana asanya dan rasanya cukup jelas ternyata suara seekor anjing mengonggong dari dalam gudang rumkah belakang milik Darko. Vera dan Bella memberanikan diri masuk ke dalam gudang itu. …kunci gudang itu tertutup rapat dan dikunci.

“aduh.. bagaimana Bell..pintunya dikunci..?”

“ah..ini kuncinya”! kata Bella menunjukan kunci itu berada di atas lubang pintu itu. Tanpa basa-basi lagi Bella segera mengambil kunci itu dan membuka pintu dengan pelan-pelan.Vera segera mencari anjing itu berada ternyata anjing terkurung didalam keranjang ayam yang besar

“oh…Delfi..anjingku..sayang..kemariah…akuVera tuanmu…Delfi” kata Vera sambil membuka keranjang itu.

Dah,,Hap!!!Anjing itu memeluk tubuh Vera

“guk..guk..guk…guk..” suara Delfi menggema didalam gudang itu. Vera segera membawa anjing itu keluar bersama Bella,

Vera dan Bella segera membawa pulang anjingnya

“ibu..ayah….Delfi sudah kutemukan..ayah..ibu,,,” kata Vera dengan senangnya.

”Guk..guk..guk..” benarkah” jawab ayah dan ibu hamper bersamaan

 “iya ayah ini Delfi” jawab Vera.

“segera kau amabilkan air hangat dibersihkan Delfi dan dimandikan “ kata ibunya. Segera Vera dan Bella ke kamar mandi. Setelah selesai mandi Delfi diberi makanan 2 tulang sum-sum sapi. Dengan ditambahi susu anjing. Dengan lahap Delfi memakanya.

“Bagaimana kau bisa menemukan  Delfi, Vera? Kata ibunya, vera dan Bella pun menceritakannya

”oh…jadi yang menculik Delfi itu Darko” kata ayahnya.

“ iya ayah!” jawab Vera 

Keesokan harinya pada siang hari ayah, ibu, Vera dan Bella ke rumah ayah Darko dan kedua temannya. Ayah Vera menjelaskan semua tentang penculikan Delfi dan kedua temannya.

“ awas kau nanti Darko !!” kata Hermawan, ayah Darko.

Sorenya Darko dan kedua temannya dimarahi oleh Hermawan. Dan akhirnya “ ya..ayah..aku berjanji tidak mengulanginya lagi “ kata Darko. Akhirnya Darko dan kedua temannya minta maaf pada keluarga Vera. “Aku minta maaf ya Ver…Om….Tante…” kata Darko meminta maaf.”iya, asalkan jangan kau ulangi lagi” akhirnya Delfi dan Vera kembali bersama kembali dengan tidak pernah merasa was-was lagi karena sudah tidak ada lagi yang mengganguinya dia lagi. 

 

GARA – GARA FACEBOOK

Oleh: Fina Katya Y

 

     Kami sekelompok sahabat pelajar SD Negeri banyak cerita yang menjadikan pelajaran dalam hidup kami. Kenalkan nama saya Sifa dan ketiga sahabat saya Ayu, Nita, dan Rani itulah nama sahabatku. Aku mulai ceritanya ya. Biasa sekarang lagi jaman globalisasi kami berempat saling mepunyai HP (telepon genggam) untuk memudahkan komunikasi maklum rumah kami saling berjauhan.

       Pada suatu hari sepulang sekolah kamisengaja tidak segera pulang kami ingin jalan – jalan untuk membeli buku disalah satu toko langganan kami. Tanpa kami sengaja Rani bertukar nomor HP dengan anak laki – laki di toko itu, dari situ lah cerita lucu dan menjadi pelajaran bagi kami. Hari berganti hari kami lalui tanpaada yang janggal dalam pergaulan kami, namun tiba – tiba pada malam minggu Rani menelepon kami bertiga. Rani kebingungan karena anak laki – laki yang ketemu di toko buku waktu itu menelefon dan dia ingin ketemu dan menawarkan Rani untuk membaca facebook dan ternyata Rani menuruti kemauan sebut saja namanya Agung.

       Agung itu tulisannya tidak seperti anak SD. Agung mengungkapkan perasaannya pada Rani dia tidak ingin menjadi sahabat saja atau teman dalam facebook ditembak Agung, krena kebingungan Rani minta pendapat kepada kami bertiga kami memberikan pendapat kalau memang dia mengajak kencan kami kompak tidak mendukung karena sekolah lebih penting dari pada pacaran tapi pendapat kami tidak diterima Rani, Rani menganggap kami sirik dan malah marah – marah dan parahnya Ayu terpancing emosinya oleh kata – kata Rani yang memang sedikit menyakitkan. Waktu terus berlalu kami berdua menjadi bingung karena Rani dan Ayu tak pernah bertegur tapi malah kalau ketemu saling menyindir pokoknya seperti Tom and Jerry itu lho film yang tetap jadul. Dan Nita dan Sifa namun sia – sia belaka, dan anehnya Rani semakin asik dengan chattingannya sampai lama – lama kami yang menghindar karena waktu pelajaran pun dia mencuri – curi waktu untuk membalas facebook dari Agung itu tapi lama kelamaan kami curigakarena jam sekolah pun dia selalu mengirim sms. Karena penasaran kami bertiga membuka facebook, tanpa sepengetahuan Rani dan diluar dugaan kami lalu mengomen facebook kami dan karena saking penasarannya kami mengajak ketemuan dan dia merespon dengan cepat membalas pada hari minggu, sedang seru – serunya kami chattingan tiba – tiba Rani keluar dari ruang guru dengan mengusap air matanya kami berlari mengejar tanpa Ayu, Ayu hanya melihat dari kejauhan. Rani memeluk Nita, ternyata Rani dipanggil oleh guru karena ketahuan waktu jam pertama Rani sibuk dengan HP nya dan lebih apesnya lagi nilai ulangannya mendapat nilai 5, dan Rani diperingati gurunya jika ketahuan sekali lagi akan dipanggil orang tuanya ke sekolah.

       Bel berbunyi tanda masuk ke kelas dua jam berlalu bel tanda pulang pun sudah berbunyi. Dalam perjalanan pulang kami bertiga tidak sabar menunggu hari esok karena ingin menolong Rani agar tidak terlalu jauh keperosok oleh teman chattingnya karena kami takut Rani menjadi korban seperti di televisi. Pagi – pagi di hari minggu kami pun bersiap – siap kumpul dirumah Sifa dan menyusun rencana agar kami dapat mencari informasi lebih banyak lagi tentang Agung. Jam menunjukan pukul 11.00 kami sudah tiba di tempat dijanjikan, tak lama kemudian kriteria orang yang kencan dengan kami pun datang dia menggunakan kemeja kotak – kotak warna merah pokoknya udah kaya Jokowi – Ahok dah he . . . he . . . namun betapa terkejutnya saat kami tau ternyata orang yang bertemu kami seorang kakek – kakek dan kami saling menatap dengan bengong dan kami berteriak serempak kamu Agung !!!!! dan kakek itu tersenyum dan duduk disebelah kami lalu kakek itu bercerita, Agung itu cucunya yang sudah pergi ke Bandung dan HP nya dikasih Agung untuk kakeknya supaya untuk berkomunikasi lebih gampang dan ternyata Kakek Broto itu namanya seorang duda yang kesepian ditinggal anak dan cucunya orangnya memang genit dan lucu. Ayu tak membuang kesempatan dia, lalu Ayu menghubungi Rani untuk datang ke mall yang kami tentukan . tak berapa lama kemudian Rani tiba ditempat itu dan betapa terkejutnya Rani saat mengetahui yang dihadapannya adalah Agung teman chattingnya badannya lemas seperti tak punya tenaga.

       Dan Kakek Broto menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada Rani dan dari situlah Rani mulai bersadar ternyata dia terlalu asik dengan dunianya sendiri tanpa menghiraukan nasehat dari teman – temannya. Akhirnya kita tertawa bersamaan dan akhirnya perdamaian antara Ayu dan Rani terjadi kami menjadi utuh kembali menjadi empat sekawan yang selalu kompak dan ceria. Itulah menjadi pelajaran untuk kami khususnya Rani untuk tidak cepat mengambil keputusan dan menyaring pendapat orang lain agar kita tidak tersesat dan terlalu jauh melangkah dijalan yang salah, karena teman atau sahabat adalah orang yang selalu ada disaat kita butuh disaat susah, senang, be-te, atau malas. Mereka adalah sang penyemangat di kehidupan kita perbedaan memang ada tapi jangan dijadikan musuh. Perbedaan seharusnya dijadikan kita lebih mengenal kelemahan dan kelebihan sahabat, kita agar dapat menyatukan visi – misi untuk lebih mempererat tali persahabatan. Sahabat tak akan terpisah ruang dan waktu. Inilah kisah ku dan sahabatku.

 

 

Catatan :

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………………………

               


 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Oktober 2012 in Uncategorized

 
Sampingan

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Latar belakang dibuatnya masalah ini adalah untuk menambah wawasan kita tentang tata bahasa Indonesia,pada penggunaan tanda baca khususnya.Tanda baca sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik didalam perkantoran maupun perkuliahan.Namun pada kenyataanya dilapangan banyak sekali terjadi kesalahan dalam penggunaan tanda baca seperti kesalahan pengunaan tanda titik,tanda koma,tanda titik koma,tanda titik dua,hubung,pisah elipsis,kurung,tanya,seru,kurung siku,petik,petik tunggal,garis miring,serta penyingkat,yang akan mengubah makna dan tujuan dari kalimat yang dibuat tersebut.

Tanda baca merupakan suatu keterampilan dalam menulis yang sudah diajarkan di tingkat pendidikan dasar.Dengan harapan para mahasiswa dapat menggunakan kemampuan menulisnya tersebut di tingkat yang selanjutnya,namun dalam pelaksanaannya banyak mahasiswa yang tidak mengerti tata cara penggunaan  tanda baca tersebut sehingga perlu dilakukan pengulangan disetiap jenjang pendidikan dan semakin memperdalam pengetahuannya tersebut agar bisa diterapkan dikehidupan sehari –hari.Masa perkulihaan  sangat sering melakukan pembuatan karya tulis baik itu skipsi,makalah, maupun thesis,yang membutuhkan kemampuan berbahasa yang baik.

Diharapkan dengan dibuatnya makalah ini,dapat menambah pengetahuan kita dalam  berbahasa  .

 

 

B.RUMUSAN MASALAH

      1.    Bagaimana cara pengunaan tanda titik ?                                                                               

2.    Bagaimana cara pengunaan tanda koma?

3.    Bagaimana cara pengunaan tanda titik koma?

4.    Bagaimana cara pengunaan tanda titik dua ?

5.    Bagaimana cara pengunaan tanda hubung ?

6.    Bagaimana cara pengunaan tanda pisah?

7.    Bagaimana cara pengunaan tanda elipsis?

8.    Bagaimana cara pengunaan tanda kurung?

9.    Bagaimana cara pengunaan tanda tanya ?

10.  Bagaimana cara pengunaan tanda seru?

11.  Bagaimana cara pengunaan tanda kurung siku?

12.  Bagaimana cara pengunaan tanda petik?

13.  Bagaimana cara pengunaan tanda petik tunggal?

14.  Bagaimana cara pengunaan tanda garis miring ?

15.  Bagaimana cara pengunaan tanda penyingkat?

 

C. TUJUAN

Dengan dibuat nya makalah ini diharapkan kita dapat mengerti dan memahami  tentang kaitan tanda baca dengan makna,sehingga kita dapat mengucapkan bahasa dengan baik tanpa ada kendala.

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

1.PENGERTIAN TANDA BACA

 

Darmadi dan Nirbaya berpendapat bahwa “ Tanda baca adalah tanda untuk memberikan intonasi pada bacaan.” sedangkan dalam Kamus Besar Indonesia “   Tanda baca adalah tanda yang dipakai dalam sistem ejaan(seperti titik,koma,titik dua)”

 

Tanda baca diartikan sebagai tanda bagaimana seharusnya membaca tulisan,tanda baca berhubungan dengan bagaimana melisankan bahasa tulis.Tanda baca berhubungan dengan bagaimana memahami tulisan(bagi pembaca) atau bagaimana memperjelas isi pikiran(bagi penulis)dalam ragam bahasa tulis.

 

 

III. PEMAKAIAN TANDA BACA

A. TANDA TITIK (.)

1.Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

Misalnya :

Ayahku tinggal di Solo.

Biarlah mereka duduk di sana.

            Catatan:                                                 

Tanda titik tidak digunakan pada akhir kalimat yang unsur akhirnya sudah bertanda titik.

Buku itu disusun oleh Drs. Sudjatmiko, M.A.

Dia memerlukan meja, kursi, dsb.

Dia mengatakan, “kaki saya sakit.”

2.Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.

Misalnya :

Departemen Pendidikan Nasional

            Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah

                                   

Catatan:

Tanda titik tidak dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan atau ikhtisar jika angka atau huruf itu merupakan yang terakhir dalam deretan angka atau huruf.

 

3.Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan  waktu.

Misalnya:

pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik atau pukul 1, 35 menit, 20 detik)

 

Catatan:

Penulisan waktu dengan angka dapat mengikuti salah satu cara berikut.

(1)Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 12 dapat dilengkapi dengan keterangan pagi, siang, sore, atau malam.

 

Misalnya:

pukul 9.00 pagi

pukul 11.00 siang

pukul 5.00 sore

pukul 8.00 malam

 

(2)Penulisan waktu dengan angka dalam sistem 24 tidak memerlukan keterangan pagi, s    iang, atau malam.

 

Misalnya:

pukul 00.45

pukul 07.30

pukul 11.00

pukul 17.00

 

4.Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.

Misalnya:

1.35.20 jam (1 jam, 35 menit, 20 detik)

0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)

0.0.30 jam (30 detik)

 

5.Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.

Misalnya:

Alwi, Hasan, Soenjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, dan Anton Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Poestaka.

 

Catatan:

Urutan informasi mengenai daftar pustaka tergantung pada lembaga yang bersangkutan.

 

6.Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.

Misalnya:

Desa itu berpenduduk 24.200 orang.

Siswa yang lulus masuk perguruan tinggi negeri 12.000 orang.

Penduduk Jakarta lebih dari 11.000.000 orang.

 

Catatan:

(1)Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.

Misalnya:

Dia lahir pada tahun 1956 di Bandung.

Lihat halaman 2345 dan seterusnya.

Nomor gironya 5645678.

(2)Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi, tabel, dan sebagainya.

Misalnya:

Acara Kunjungan Menteri Pendidikan Nasional

Bentuk dan Kedaulatan (Bab I UUD 1945)

Salah Asuhan

(3)Tanda titik tidak dipakai di belakang (a) nama dan alamat penerima surat, (b) nama dan alamat pengirim surat, dan (c) di belakang tanggal surat.

Misalnya:

Yth. Kepala Kantor Penempatan Tenaga

                        Jalan Cikini 71

Jakarta

Yth. Sdr. Moh. Hasan

Jalan Arif Rahmad 43

Palembang

Adinda

Jalan Diponegoro 82

Jakarta

21 April 2008

 

(4) Pemisahan bilangan ribuan atau kelipatannya dan desimal dilakukan

sebagai berikut.

Rp200.250,75 $ 50,000.50

8.750 m           8,750 m

 

7.Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan

 

B. TANDA KOMA (,)

1. Tanda koma dipakai di antara unsur unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

Misalnya:

Saya membeli kertas, pena, dan tinta.

Surat biasa, surat kilat, ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko.

Satu, dua, … tiga!

2.Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului dengan kata seperti tetapi, melainkan, sedangkan, dan kecuali.

Misalnya:

Saya akan membeli buku-buku puisi, tetapi kau yang memilihnya.

Ini bukan buku saya, melainkan buku ayah saya.

Dia senang membaca cerita pendek, sedangkan adiknya suka membaca puisi

Semua mahasiswa harus hadir, kecuali yang tinggal di luar kota.

3.Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului induk kalimatnya.

Misalnya:

Kalau ada undangan, saya akan datang.

Karena tidak congkak, dia mempunyai banyak teman.

Agar memiliki wawasan yang luas, kita harus banyak membaca buku.

 

Catatan:

Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi induk kalimatnya.

 

Misalnya:

Saya akan datang kalau ada undangan.

Dia mempunyai banyak teman karena tidak congkak.

Kita harus membaca banyak buku agar memiliki wawasan yang luas.

 

4.Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu.

Misalnya:

Anak itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia memperoleh beasiswa belajar di luar negeri.

Anak itu memang rajin membaca sejak kecil. Jadi, wajar kalau dia menjadi bintang pelajar

Meskipun begitu, dia tidak pernah berlaku sombong kepada siapapun.

Catatan:

Ungkapan penghubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun begitu, tidak dipakai pada awal paragraf.

 

5.Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, dan kasihan, atau kata-kata yang digunakan sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Mas dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat.

Misalnya:

O, begitu?

Wah, bukan main!

Hati hati, ya, jalannya licin.

Mas, kapan pulang?

Mengapa kamu diam, Dik?

Kue ini enak, Bu.

 

6.Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.

Misalnya:

Kata Ibu, “Saya gembira sekali.”

“Saya gembira sekali,” kata Ibu, “karena lulus ujian.”

7.Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.

Misalnya:

“Di mana Saudara tinggal?” tanya Pak Guru.

“Masuk ke kelas sekarang!” perintahnya.

8.Tanda koma dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.

Misalnya:

Sdr. Abdullah, Jalan Pisang Batu 1, Bogor

Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta

Surabaya, 10 Mei 1960

Tokyo, Jepang.

9.Tanda koma dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.

Misalnya:

Gunawan, Ilham. 1984. Kamus Politik Internasional. Jakarta: Restu Agung.

Halim, Amran (Ed.) 1976. Politik Bahasa Nasional. Jilid 1. Jakarta: Pusat Bahasa.

Junus, H. Mahmud. 1973. Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Alquran

Sugono, Dendy. 2009. Mahir Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

10.Tanda koma dipakai di antara bagian bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir.

Misalnya:

Alisjahbana, S. Takdir, Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 2 (Jakarta: Pustaka Rakyat, 1950), hlm. 25.

Hilman, Hadikusuma, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni, 1977), hlm. 12.

Poerwadarminta, W.J.S. Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Jogjakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 4.

11.Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga.

Misalnya:

B. Ratulangi, S.E.

Ny. Khadijah, M.A.

 

Catatan:

Bandingkan Siti Khadijah, M.A. dengan Siti Khadijah M.A. (Siti Khadijah Mas Agung).

12.Tanda koma dipakai di muka angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka.

Misalnya:

12,5 m

27,3 kg

Rp500,50

Rp750,00

 

 

Catatan:

Bandingkan dengan penggunaan tanda titik yang dimulai dengan angka desimal atau di antara dolar dan sen.

 

13.Tanda koma dipakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.

Misalnya:

Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali.

Di daerah kami, misalnya, masih banyak orang laki-laki yang makan sirih.

Semua siswa, baik laki-laki maupun perempuan, mengikuti latihan paduan suara.

Catatan:

Bandingkan dengan keterangan pewatas yang pemakaiannya tidak diapit dengan tanda koma.

 

Misalnya:

Semua siswa yang lulus ujian akan mendapat ijazah.

 

14.Tanda koma dapat dipakai–untuk menghindari salah baca/salah pengertian–di belakangn keterangan yang terdapat pada awal kalimat.

Misalnya:

Dalam pengembangan bahasa, kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini.

Atas perhatian Saudara, kami ucapan terima kasih.

           

Bandingkan dengan:

Kita dapat memanfaatkan bahasa-bahasa di kawasan nusantara ini dalam

pengembangan kosakata.

Kami ucapkan terima kasih atas perhatian Saudara.

 

C. TANDA TITIK KOMA (;)

 

1.Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara.

Misalnya:

Hari sudah malam; anak anak masih membaca buku buku yang baru dibeli ayahnya.

Ayah mengurus tanaman di kebun; Ibu menulis makalah di ruang kerjanya; Adik membaca di teras depan; saya sendiri asyik memetik gitar menyanyikan puisi-puisi penyair kesayanganku.

 

2.Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata. Dalam hubungan itu, sebelum perincian terakhir tidak perlu digunakan kata dan.

Misalnya:

Syarat syarat penerimaan pegawai negeri sipil di lembaga ini:

(1)berkewarganegaraan Indonesia;

(2)berijazah sarjana S1 sekurang-kurangnya;

(3)berbadan sehat;

(4)bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

3.Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.

Misalnya:

Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaos; pisang, apel, dan jeruk.

Agenda rapat ini meliputi pemilihan ketua, sekretaris, dan bendahara; penyusunan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan program kerja; pendataan anggota, dokumentasi, dan aset organisasi.

 

 

D. TANDA TITIK DUA (:)

 

1.Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian.

Misalnya:

Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.

Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati.

 

Catatan:

Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.

 

Misalnya:

Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.

Fakultas itu mempunyai Jurusan Ekonomi Umum dan Jurusan Ekonomi Perusahaan.

 

2.Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

Misalnya:

a.         Ketua  :          Ahmad Wijaya

            Sekretaris        :          Siti Aryani

            Bendahara       :          Aulia Arimbi

b.         Tempat            :          Ruang Sidang Nusantara

            Pembawa Acara          :          Bambang S.

            Hari, tanggal   :          Selasa, 28 Oktober 2008

            Waktu :          09.00—10.30

 

3.Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.

Misalnya:

Ibu       :          “Bawa kopor ini, Nak!”

Amir    :          “Baik, Bu.”

Ibu       :          “Jangan lupa. Letakkan baik baik!”

 

4.Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

Misalnya:

Horison, XLIII, No. 8/2008: 8

Surah Yasin: 9

Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara

Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. Jakarta: Pusat Bahasa

 

 

E. TANDA HUBUNG (-)

 

1.Tanda hubung menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.

Misalnya:

Di samping cara lama diterapkan juga ca-

ra baru ….

Sebagaimana kata peribahasa, tak ada ga-

ding yang takretak.

2.Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata yang mengikutinya atau akhiran dengan bagian kata yang mendahuluinya pada pergantian baris.

Misalnya:

Kini ada cara yang baru untuk meng-ukur panas.

Kukuran baru ini memudahkan kita me-ngukur kelapa.

Senjata ini merupakan sarana pertahan-an yang canggih.

3.Tanda hubung digunakan untuk menyambung unsur-unsur kata ulang.

Misalnya:

anak-anak

berulang-ulang

kemerah-merahan

4.Tanda hubung digunakan untuk menyambung bagian-bagian tanggal dan huruf dalam kata yang dieja satu-satu.

Misalnya:

8-4-2008

p-a-n-i-t-i-a

5.Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (a) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan dan (b) penghilangan bagian frasa atau kelompok kata.

Misalnya:

ber-evolusi

dua-puluh ribuan (20 x 1.000)

tanggung-jawab-dan-kesetiakawanan sosial (tanggung jawab sosial dan kesetiakawanan sosial)

Karyawan boleh mengajak anak-istri ke acara pertemuan besok.

Bandingkan dengan:

be-revolusi

dua-puluh-ribuan (1 x 20.000)

tanggung jawab dan kesetiakawanan sosial

 

6.Tanda hubung dipakai untuk merangkai:

a.se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital,

b.ke- dengan angka,

c.angka dengan -an,

d.kata atau imbuhan dengan singkatan berhuruf kapital,

e.kata ganti yang berbentuk imbuhan, dan

f.gabungan kata yang merupakan kesatuan.

Misalnya:

se-Indonesia

peringkat ke-2

tahun 1950-an

hari-H

sinar-X

mem-PHK-kan

ciptaan-Nya

atas rahmat-Mu

Bandara Sukarno-Hatta

alat pandang-dengar

 

 

7.Tanda hubung dipakai untuk merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.

 

Misalnya:

di-smash

di-mark-up

pen-tackle-an

 

F. Tanda Pisah (–)

 

1.Tanda pisah dipakai untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan diluar bangun utama kalimat.

Misalnya:

Kemerdekaan itu—hak segala bangsa—harus dipertahankan.

Keberhasilan itu–saya yakin–dapat dicapai kalau kita mau berusaha keras.

2.Tanda pisah dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

Misalnya:

Rangkaian temuan ini–evolusi, teori kenisbian, dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta.

Gerakan Pengutamaan Bahasa Indonesia–amanat Sumpah Pemuda–harus terus ditingkatkan.

3.Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan, tanggal, atau tempat dengan arti ‘sampai dengan’ atau ‘sampai ke’.

Misalnya:

Tahun 1928–2008

Tanggal 5–10 April 2008

Jakarta–Bandung

Catatan:

(1)Tanda pisah tunggal dapat digunakan untuk memisahkan keterangan tambahan pada akhir kalimat.

Misalnya:

Kita memerlukan alat tulis–pena, pensil, dan kertas.

(Bandingkan dengan Bab III, Huruf D, kaidah 1.)

(2)Dalam pengetikan, tanda pisah dinyatakan dengan dua buah tanda hubung tanpa spasi sebelum dan sesudahnya.

 

G. Tanda Tanya (?)

 

1.Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.

Misalnya:

Kapan dia berangkat?

Saudara tahu, bukan?

2.Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya.

Misalnya:

Dia dilahirkan pada tahun 1963 (?).

Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.

 

H. Tanda Seru (!)

 

Tanda seru dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun emosi yang kuat.

Misalnya:

Alangkah indahnya taman laut ini!

Bersihkan kamar itu sekarang juga!

Sampai hati benar dia meninggalkan istrinya!

Merdeka!

 

I.TANDA ELIPSIS (…)

 

1.Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus.

Misalnya:

Kalau begitu …, marilah kita laksanakan.

Jika Saudara setuju dengan harga itu …, pembayarannya akan segera kami lakukan.

2.Tanda elipsis dipakai untuk menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan.

Misalnya:

Sebab-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.

Pengetahuan dan pengalaman kita … masih sangat terbatas.

Catatan:

(1)Tanda elipsis itu didahului dan diikuti dengan spasi.

(2)Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat, perlu dipakai 4 tanda titik: 3 tanda titik untuk menandai penghilangan teks dan 1 tanda titik untuk menandai akhir kalimat.

(3)Tanda elipsis pada akhir kalimat tidak diikuti dengan spasi.

 

Misalnya:

Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan cermat ….

 

J. Tanda Petik (” “)

 

1.Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain.

Misalnya:

Pasal 36 UUD 1945 menyatakan, “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia. “

Ibu berkata, “Paman berangkat besok pagi. “

“Saya belum siap,” kata dia, “tunggu sebentar!”

2.Tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Misalnya:

Sajak “Pahlawanku” terdapat pada halaman 5 buku itu.

Saya sedang membaca “Peningkatan Mutu Daya Ungkap Bahasa Indonesia” dalam buku Bahasa Indonesia Menuju Masyarakat Madani.

Bacalah “Penggunaan Tanda Baca” dalam buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan.

“Makalah “Pembentukan Insan Cerdas Kompetitif” menarik perhatian peserta seminar.

3.Tanda petik dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.

Misalnya:

Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja.

Dia bercelana panjang yang di kalangan remaja dikenal dengan nama “cutbrai”.

Catatan:

(1)Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.

 

Misalnya:

Kata dia, “Saya juga minta satu.”

Dia bertanya, “Apakah saya boleh ikut?”

(2)Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat.

Misalnya:

Bang Komar sering disebut “pahlawan”; ia sendiri tidak tahu sebabnya.

Karena warna kulitnya, dia mendapat julukan “Si Hitam”.

(3)Tanda petik pembuka dan tanda petik penutup pada pasangan tanda petik itu ditulis sama tinggi di sebelah atas baris.

           

(4)Tanda petik (“) dapat digunakan sebagai pengganti idem atau sda. (sama dengan di atas) atau kelompok kata di atasnya dalam penyajian yang berbentuk daftar.

Misalnya:

zaman  bukan  jaman

asas      ”           azas

plaza    ”           plasa

jadwal ”           jadual

bus       ”           bis

 

 

 

 

K. Tanda Petik Tunggal (‘ ‘)

1.Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat di dalam petikan lain.

Misalnya:

Tanya dia, “Kaudengar bunyi ‘kring kring’ tadi?”

“Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku, ‘Ibu, Bapak pulang’, dan rasa letihku lenyap seketika,” ujar Pak Hamdan.

2.Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna kata atau ungkapan.

Misalnya:

Terpandai‘paling’ pandai

Retina  ‘dinding mata sebelah dalam’

mengambil langkah seribu ;lari pontang panting”sombong, angkuh’ 

3.Tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing (Lihat pemakaian tanda kurung, Bab III, Huruf M)

Misalnya:

feed-back        ‘balikan’

dress rehearsal ‘geladi bersih’

tadulako          ‘panglima’

 

L. Tanda Kurung (( ))

1.Tanda kurung dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan.

Misalnya:

Anak itu tidak memiliki KTP (kartu tanda penduduk).

Dia tidak membawa SIM (surat izin mengemudi).

Catatan:

Dalam penulisan didahulukan bentuk lengkap setelah itu bentuk singkatnya.

Misalnya:

Saya sedang mengurus perpanjangan kartu tanda penduduk (KTP). KTP itu merupakan tanda pengenal dalam berbagai keperluan.

2.Tanda kurung dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.

Misalnya:

Sajak Tranggono yang berjudul “Ubud” (nama tempat yang terkenal di Bali) ditulis pada tahun 1962.

Keterangan itu (lihat Tabel 10) menunjukkan arus perkembangan baru pasar dalam negeri.

3.Tanda kurung dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.

Misalnya:

Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a).

Pejalan kaki itu berasal dari (Kota) Surabaya.

4.Tanda kurung dipakai untuk mengapit angka atau huruf yang memerinci urutan keterangan.

Misalnya:

Faktor produksi menyangkut masalah (a) bahan baku, (b) biaya produksi, dan (c) tenaga kerja.

Dia harus melengkapi berkas lamarannya dengan melampirkan (1) akta kelahiran, (2) ijazah terakhir, dan (3) surat keterangan kesehatan.

Catatan:

Tanda kurung tunggal dapat dipakai untuk mengiringi angka atau huruf yang menyatakan perincian yang disusun ke bawah.

Misalnya:

Kemarin kakak saya membeli

1)buku,

2)pensil, dan

3)tas sekolah.

Dia senang dengan mata pelajaran

a)fisika,

b)biologi

 

 

M. Tanda Kurung Siku ([ ])

 

1.Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit huruf, kata, atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.

Misalnya:

Sang Sapurba men[d]engar bunyi gemerisik.

Ia memberikan uang [kepada] anaknya.

Ulang tahun [hari kemerdekaan] Republik Indonesia jatuh pada hari Selasa.

2.Tanda kurung siku dipakai untuk mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung.

Misalnya:

Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan di dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini.

N. Tanda Garis Miring (/)

 

1.Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat, nomor pada alamat, dan penandaan masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwim atau tahun ajaran.

Misalnya:

No. 7/PK/2008

Jalan Kramat III/10

tahun ajaran 2008/2009

2.Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau, tiap, dan ataupun.

Misalnya:

dikirimkan lewat darat/laut     ‘dikirimkan lewat darat atau lewat laut’

harganya Rp1.500,00/lembar  ‘harganya Rp1.500,00 tiap lembar’

tindakan penipuan dan/atau penganiayaan     ‘tindakan penipuan dan penganiayaan, tindakan penipuan, atau

tindakan penganiayaan’

 

Catatan:

Tanda garis miring ganda (//) dapat digunakan untuk membatasi penggalan-penggalan dalam kalimat untuk memudahkan pembacaan naskah.

O. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)

Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.

Dia ‘kan sudah kusurati.          (‘kan = bukan)

Malam ‘lah tiba.           (‘lah = telah)

1 Januari ’08    (’08 = 1988)    

 

 

II. PENGERTIAN MAKNA

 

Makna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semantik dan selalu melekat dari apa saja yang kita tuturkan. Pengertian dari makna sendiri sangatlah beragam. Mansoer Pateda (2001:79) mengemukakan bahwa istilah makna merupakan kata-kata dan istilah yang membingungkan. Makna tersebut selalu menyatu pada tuturan kata maupun kalimat. Menurut Ullman (dalam Mansoer Pateda, 2001:82) mengemukakan bahwa makna adalah hubungan antara makna dengan pengertian. Dalam hal ini Ferdinand de Saussure ( dalam Abdul Chaer, 1994:286) mengungkapkan pengertian makna sebagai pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada suatu tanda linguistik.

 

Dalam Kamus Linguistik, pengertian makna dijabarkan menjadi :

1.maksud pembicara;

2.pengaruh penerapan bahasa dalam pemakaian persepsi atau perilaku manusia atau kelompok manusia;

3.hubungan dalam arti kesepadanan atau ketidak sepadanan antara bahasa atau antara ujaran dan semua hal yang ditunjukkannya,dan

4.cara menggunakan lambang-lambang bahasa ( Harimurti Kridalaksana, 2001: 132).

 

Bloomfied (dalam Abdul Wahab, 1995:40) mengemukakan bahwa makna adalah suatu bentuk kebahasaan yang harus dianalisis dalam batas-batas unsur-unsur penting situasi di mana penutur mengujarnya. Terkait dengan hal tersebut, Aminuddin (1998:50) mengemukakan bahwa makna merupakan hubungan antara bahsa dengan bahasa luar yang disepakati bersama oleh pemakai bahsa sehingga dapat saling dimengerti.

 

Dari pengertian para ahli bahsa di atas, dapat dikatakan bahwa batasan tentang pengertian makna sangat sulit ditentukan karena setiap pemakai bahasa memiliki kemampuan dan cara pandang yang berbeda dalam memaknai sebuah ujaran atau kata.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

 

PENUTUP

 

 

SIMPULAN

 

A.Tanda Titik (.)

1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.

2. Tanda titik  dipakai dibelakang angka atau huruf dalam suatu bagan , ikhtisar atau daftar

3.Tanda titik dipakai untuk memisahkan  angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.

4. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu

5. Tanda titik di pakai di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar pustaka.

6a. Tanda titik dipakai untuk m emisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.

6b. Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menyatakan jumlah

7. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kapala ilustrasi, tabel dan lain  sebagainya.

8. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat  atau (2) nama dan alamat penerima surat

 

B.Tanda Koma(,)

1. Tanda koma di pakai di anntara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.

2. Tanda koma di pakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan.

3a.Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului ibu kaimatnya

3b. Tanda koma tidak dipakai  untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat  bila anak kalimat mengiringi induk kalimat.

4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kal;imat yang terdapat pada awal kalimat. Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi, pula, meskipun, begitu, akan, tetapi.

5.Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o,ya, wah,aduh,kasihan dari kata yab]ng lain yang terdapat dalam kalimat

6.Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. (Lihat juga pemakaian tanda petik, Bab V, Pasal L, dan M.¬)

7. Tanda koma dipakai  di antara (i) nama dan alamat , (ii) bagian bagian alamat , (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan

8. .Tanda koma dipakai untuk menceraikan  bagian nama yang di balik susunannya dalam daftar pustaka

9. Tanda Koma dipakai di antara bagian bagian dalam catatan kaki

10. Tanda koma dipakai diantara nama orang dan gelar akademik yang mengikuti untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga atau marga

11. Tanda koma dipakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan  dalam angka

12. Tanda koma dipakai untuk  mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi.( lihat juga pemakaian tanda pisah , Bab V , Pasal F.)

13. Tanda koma dapat dapat dipakai untuk  menghindari kesalahan baca  di belakang keterangan yang terdapat dalam awal kalimat

14. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian yang lain yang mengiringinya dalam kalimat jika petikan itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru “Di mana saudara tinggal ?” tanya karim.

 

 

C.Tanda Titik Koma(;)

1. Tanda titik  koma dipakai untuk memisahkan bagian –bagian kalimat yang sejenis dan setara.   

2. Tanda titik  koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat  majemuk

 

D.Tanda Titik Dua (:)

1a. Tanda titik dua dapat dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.

1b.Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian  itu merupakan pelengkapan  yang mengakhiri suatu pernyataan

2.Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

3.Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama kata yang menunjukkan prlaku dalam percekapan

4. Tanda titik dua dapat dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii) di antara judul dan anak judul suatu  karangan , serta (iv) nama kota dan penerbit  buku acuan dalam karangan

 

E. Tanda Hubung(-)

1 Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar  yang terpisah oleh pergantian baris.

Suku kata yang berupa satu vokal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris.

2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian  kata di belakangnya  atau akhiran dengan  bagian kata  di depannya pada pergantian baris.

3.Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang.

4.Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian bagian tanggal.

5.Tanda hubungboleh dipakai untuk memperjelas (i) hubungan  bagian –bagian  kata atau ungkapan ,dan (ii) penghilangan bagian kelompok kata.

6. Tanda hubungdipakai untuk merangkaikan (i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, (ii) ke-  dengan angka , (iii) angka dengan -an ,(iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kaata, dan(v) nama jabatan rangkap .

7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa indonesia dengan unsur bahasa asing.

 

F. Tanda Pisah(¬–)

1. Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat .

2, Tanda pisah  menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan  lain . sehingga kalimat menjadi lebih jelas.

3 , Tanda pisah   dipakai antara dua bilangan atau tanggal dengan arti’sampai ke ‘ atau sampai dengan’.

 

G. Tanda Elipsis(…..)

1.Tanda Elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus – putus

2.Tanda Elipsis menunjukkan bahwa dalan suatu kalimat atau naskah ada bagian  yang dihilangkan

 

H. Tanda Tanya  (?)

1 . Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya

 

 

I.Tanda Seru(!)

Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan keseriusan , kesungguhan , ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat

 

J. Tanda Kurung ((. . . ))

1. Tanda Kurung mengapit tambahan ketrangan atau penjelasan.

2. Tanda Kurung mengapit tambahan ketrangan atau penjelasan. Yang bukan  bagian integral pokok pembicaraan

3.  Tanda Kurung mengapit huruf atau kata yang kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan .

4.Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang memerinci satu urutan karangan.

 

K. Tanda Kurung Siku([. . .])

1 Tanda kurung siku mengapit huruf , kata , atau kelompok kata sebagai korekksi atau tambahan pada kalimat yang ditukis orang lain . Tanda itu  menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan  itu memang terdapat pada naskah asli.

 

L .Tanda Petik (“. . .”)

1Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan  dan naskah dan atau bahan tulis lain .

2.tanda petik mengapit judul syair, karangan , atau bab buku yang dipakai dalam kalimat .

3. Tanda petik mengapit istilah ilmiahyang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus

4   Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.

 

M. Tanda Petik Tunggal(‘’)

1 Tanda  petik tunggal mengapitn petikan yang tersusun di dalam petikan lain.

2. Tanda  petik tunggal mengapit makna , terjemahan ,atau penjelasan kata ataunungkapan asing (lihat pemakaian tanda kurung , Bab V , Pasal J.)

 

N. Tanda Garis Miring

1.Tanda Garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun  yang terbagi dalam satu tahun takwim.

3.Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘)

Jalan Kramat 111/10

2. .Tanda Garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau dan tiap

 

 

 

 

 SARAN

 

Dari uraian diatas dapat kami simpulkan beberaoa saran yakni kita harus memahami cara menggunakan tanda baca yang baik dan benar , untuk memberi bekal kepada kita untuk menjalani masa kuliah selanjutnya yang penuh dengan tugas yang menuntut kemampuan dalam berbahasa yang baik dan benar baik lisan maupun tertulis.         

Dan kemampuan berbahasa yang benar dapat diperoleh melalui pembiasaan , pembiasaan menulis dan pembiasaan mempraktekan kemampuan berbahasa indonesia yang benar dalam kehidupan sehari –hari.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Tim Mendikbud. 1987.PedomanEjaan Yang Disempurnakan.Yogyakarta: PT Pustaka Widya

Tarigan.2003.Pengajaran Ejaan Bahasa Indonesia

.Bandung:Penerbit ANGKASA Bandung.

BAB 1PENDAHULUA…

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Oktober 2012 in Uncategorized

 

contoh woro – woro hari sumpah pemuda

WARA – WARA

 

Pengetan dina Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2012, ing Wonosobo arep dianakake lomba pidhato basa jawa tingkat SMP. Kanggo kanca – kanca sing kepingin melu engal – enggal ndhaftar ing pengurus OSIS.

Dene kang wis ndaftar sakbanjure arep dibimbing dening Bapak/Ibu guru basa jawa.

 

Wonosobo, 10 Oktober  2012

Ketua OSIS

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Oktober 2012 in Uncategorized

 

MAKUTHO ROMO HASTA BRATA

MAKUTHO ROMO

HASTA BRATA

 

8 laku spiritual bagi pemimpin / manusia sehingga menjadi pemimpin / manusia hambeg ( berperilaku ) utama, berwatak mulia dan luhur budi pekertinya. Seorang pemimpin atau manusia yang telah mampu menjalankan Hasta Brata dapat menjadi teladan dalam perilaku sehari – hari dipergaulan masyarakat terlebih dalam rangka memimpin Negara, bangsa, dan daerah.

Seorang yang telah mampu mengarap / menjalan ilmu Hasta Brata, berarti telah mampu mensinergikan dan mengharmonisasikan antara jagad kecil ( mikro kosmos ).

Hasta Brata adalah ilmu / laku spiritual yang mengadopsi dan 8 karakter unsur alam, yaitu :

 

  • Bumi                
  • Langit
  • Angin
  • Samudra / air
  • Bintang
  • Bulan
  • Matahari
  • Api

 

Bila seorang pemimpin / manusia mampu menjalankan ilmu HASTA BRATA, niscaya akan menjadi pemimpin / manusia yang adil, jujur, berwibawa, arif, dan bijaksana. Hal ini berlaku juga untuk masyarakat luas.

 

HASTA BRATA memiliki makna yang sangat tinggi yang terkandung di dalam prinsip – prinsip hokum alamiah didalamnya.

Kedelapan unsur alam aku Hasta Brata , juga menggambarkan 8 Dewa beserta sifat – sifatnya.

 

 
   

 

BATHARA

 

  1. Dewa wisnu ( sifat / lakunya tamah )
  2. Bathara surya ( sifat / lakunya matahari )
  3. Bathara ismoyo ( sifat / lakunya bintang )
  4. Bathara ratih ( sifat / lakunya bulan )
  5. Bathara barcina ( sifat / lakunya samudra / air )
  6. Bathara indra ( sifat / lakunya langit )
  7. Bathara bayu ( sifat / lakunya angin )
  8. Bathara brahma ( sifat / lakunya api )

 

 

Sifat / watak bumi / tanah digambarkan watak dewa wisnu , yang memiliki sifat kaya akan segalanya dan suka berderma.

 

 

  1. Pemimpin yang mengikutii sifat tanah / bumi adalah seorang yang memiliki sifat kaya hati.  Kaya hati berarti , pemaaf, legowo, lembah mawah, rela menghidupi dan menjadi sumber penghidupan seluruh mahkluk hidup. Bumi secara alamiah juga berwatak melayani segala yang hidup. Bumi dengan unsur tanahnya bersifat dingin tidak kagetan dan gumunan. Sebaliknya bersifat luwes ( fleksibel ) mudah adaptasi. Seorang pemimpin harus memiliki sifat / watak bumi , tidak kagetan dalam setiap situasi, dan gunuman dalam setiap kahanan, pemaaf, luwes, lembah mawah, legowo dan murah hati. Watak tanah juga menggambarkan seseorang yang tidak mudah dihasut, diprofokasi dan memiliki ketenangan pikir,kejernihan hati dalam menghadapi berbagai macam persoalan dan perubahan.

Tanah juga menggambarkan watak yang andap asor dan murah hati.

Namun pada saat tertentu bumi dapat berubah karakter menjadi tegas, lugas dan berwibawa atas segala  perilaku yang dihormati.

 

  1. Seorang pemimpin harus memiliki watak MATAHARI :

Matahari berfungsi menerangi pemimpin yang berwatak matahari akan selalu menjadi penerang diantara sesame mampu menjinakan segala kegelapan dalam kehidupan. Kapanpun dan dimanapun ia akan selalu memberikan pencerahan kepada orang lain. Matahari juga menghidupi segala mahkluk hidup baik tumbuhan , hewan dan manusia. Manfaat matahari menjadi penghangat suhu agar tidak terjadi kemusnahan missal di muka bumi akibat kegelapan dan kedinginan. Seseorang yang berwatak matahari ia akan menjadi sumber pencerahan bagi kehidupan manusia, serta mampu berperan sebagai penuntun , guru, pelindung, sekaligus menjalankan dinamika kehidupan manusia kearah kemajuan peradaban yang lebih baik. Sikap dan prinsip hidup orang yang berwatak matahari ia akan konsisten, tegas dalam memegang amanat seseorang yang berwatak matahari , selalu hati- hati tidak terburu – buru , teguh memegang tanggung jawabnya.

 

  1. Pemimpin harus berwatak bintang ( lakune dewa ismoyo )

Bintang berwatak selalu mapan dan tangguh walaupun  dihempas angin prahara, namun tetap teguh dan tidak terombang – ambing dan menghadapi persoalan – persoalan besar tidak akan mundur selangkahpun.

Watak bintang adalah , tertata , teratur dan tertib. Mampu menghibur yang sedang sedih dan menuntun orang yang sedang dalam kebingungan serta, menjadi penerang diantara kegelapan. Seorang yang mengadopsi perilaku bintang , akan memiliki cita – cita harapan dan target yang tinggi untuk keemakmuran dan kesejahteraan tidak hanya untuk diri sendiri namun juga untuk orang banyak. Orang yang berwatak bintang akan selalu menunjukan kualitas dirinya dalam menghadapi berbagai macam persoalan hidup.

 

 

  1. Pemimpin harus berwatak bulan :

Bulan berwatak memberikan penerang kepada siapapun yang sedang mengalami kegelapan budi serta memberikan suasana tenteram pada sesama.

Bulan membuat terang tanpa membuat panas suasana  ( kena ikanya, tanpa membuat keruh airnya ) seorang yang berwatak rembulan selalu membuat sejuk suasana dalam pergaulan dan tidak merasa diburu – buru oleh keinginannya sendiri ( raksaningkarep ). Watak bulan menggambarkan nuansa keindahan spiritual yang tinggi dan mendalam.

Selalu eling dan waspada selalu menganakan perhatian batinya senantiasa berpegang pada harmonisasi dan keselarasan terhadap hokum alam .

Seorang yang berwatak rembulan mampu “ “ atau mampu memahami dan mengikuti apa yang menjadi kehendak sang Hyang Manah / Gusti Allah.  

 

  1. Pemimpin harus berwatak air / samudra  :

Samudra / lautan memiliki krakter yang dapat memuat apa saja  yang masuk ke dalamnya.

Walaupun berupa sampah , bangkai anjing , bangkai manusia, semua dapat diterima dengan sikap  tulus . seorang berwatak samudra hatinya luas, penuh kesabaran , serta siap menerima berbagai keluhan atau mampu menampung beban orang banyak tanpa perasaan keluh kesah.  Samudra menggambarkan satu wujud air yang sangat luas, namun didalamnya mengimpan kekayaan yang sangat bernilai dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Artinya seorang pemimpin yang berwatak samudra, tidak pernah pamer denagn segala kemampuannya dan kekuasaannya. Seorang berwatak samudra, tidak pernah membeda – bedakan  golongan, kelompok , suku , bangsa dan agama. Semua dipandang sama – sama makhluk Tuhan yang memiliki derajat  yang sama dihadapan tuhan. Seorang yang berwatak samudra mampu menetralisasi segala yang kotor dan polutan, sebagaimana watak samudra limbah yang dibuang ke laut akan di[proses secara perlahan dan akhirnya racun alam bakteri yang masuk ke laut akan tak berdaya bergulat dengan molekul air samudra yang penuh akan unsur garam. Seorang yang berwatak samudra akan mampu mengurai dan memberikan jalan pengelesaian problem yang dihadapi orang lain.

 

  1. WATAK LANGIT 

Pemimpin harus berwatak langit :

Bersifat mengayomi terhadap seluruh mahkluk tanpa pilih kasih, berjuang untuk kepentingan bangsa , Negara  dan orang banyak. Seorang pemimpin yang berwatak langit, akan lebih mementinkan kepentingan bangsa dan rakyatnya dari pada kepentingan pribadi , golongan dan keluarga. Pemimpin yang berwatak langit  akan mengayomi semuanya meskipun berbeda partai, jenis , golongan, aliran, dll. Seorang berwatak langit tidak suka mengalahkan orang lain, menghujat, menghasut, berprasangka buruk dll.

Seorang  / pemimpin yang berwatak langit selalu mempunyai sikap ngemong sesama, mampu mengalah, menahan diri , meredam emosi, dan membimbing seluruh makhluk hidup dengan penuh kasih saying.

 

  1. Pemimpin harus berwatak angin   :

Angin atau udara memiliki watak selalu menyusup di manapun ada ruang yang yang hampa, walau sekecil apapun. Angin mengetahui situasi dan kondisi apapun dan bertempat dimanapun. Kedatangannya tidak pernah diduga dan tak dapat dilihat, seorang / pemimpin yang berwatak angin atau samiwno maknanya adalah selalu menelitidan menelusup diman – mana untuk mengetahui problem – problem sekecil apapun yang yang ada didalam masyarakat bukan hanya atas dasar kata orang. Watak angin mampu merasakan apa yang orang lain rasakan ( empati ) orang berwatak angin akan mudah simpati dan melakukan empati. Watak angin sangat teliti dan hati- hati penuh kecermatan , sehingga seorang yang berwatak angin akan mengetahui berbagai persoalan dengan data

– data yang cukup valid  dan akurat. Sehingga menjadi orang yang dapat dipercaya dan setiap ucapannya dapat dipertanggung jawabkan.

 

  1. Pemimpin harus berwatak api .

Sisi positif dari watak api adalah mematangkan dan meleburkan sesuatu. Seorang atau pemimpin yang berwatak api akan mampu menagalah semua masalah dan kesucian menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga. Ia juga bersedia untuk melakukan pencerahan pada sesama yang membutuhkan , murah hati dalam mendidik dan menularkan ilmu pengetahuan kepada orang – orang yang membutuhkan ilmu.

Mematangkan mental , jiwa , batin sesama yang mengalami kemandegan spiritual. Api tidak akan mau menyala tanpa adanya bahan – bahan. Artinya seseorang tidak akan mencari cari masalah yang bukan kewenangannya. Dan tidak akan mencampuri urusan dan privasi orang lain yang tidak memerlukan bantuannya. api hanya akan melebur apa saja yang menjadi bahan bakarnya. Seorang yang berwatak api akan mampu menyelesaikan semua masalah yang menjadi tanggung jawabnya secara adil. Serta tanpa membeda – bedakan man yang mudah diselesaikan ( golek penake dewe ) dan tidak memilih berdasarkan kepentingan pribadinya.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Oktober 2012 in Uncategorized

 

SYARAT MEMBUAT SKCK DARI KEPOLISIAN

 saya pengalaman waktu lulus dari kuliah saya langsung direkrut untuk bekerja di perusahaan teknologi, yaa lumayan besar lah, nah karena perusahaan tersebut membutuhkan karyawan yang mengharuskan setiap karyawan memiliki SKCK maka saya cepat cepat deh buat yang namanya SKCK , NAH yang inign buat SKCK ini persyaratanya membuat SKCK : foto copy KTP , FOTO COPY KK , FOTO COPY SKHU, SURAT PENGANTAR DARI DESA, PAS FOTO 4 X 6 .

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 September 2012 in Uncategorized

 

contoh SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

SURAT PERJANJIAN JUAL BELI TANAH

Pada hari  ………,  tanggal  ……… ,………..  tahun …………. bertempat  di …………., dilakukan serah terima Jual beli tanah oleh :

  1.  Nama       :  ……..

  Alamat      :  Kp. ……., RT ….. RW …. Kelurahan……., Kec, …….,

                       Kab. ………

   Selanjutnya disebut  PIHAK PERTAMA

 

  1. Nama         :  ………..

  Alamat       :  RT…… RW ….. …., Kel. ……., Kec. ….., Kab. …………

  Selanjutnya disebut   PIHAK KEDUA

 

Dengan ketentuan sebagai berikut    :

  1. PIHAK PERTAMA  telah menjual sebidang tanah dengan ukura …….m2 yang terletak di ………………………… kepada PIHAK KEDUA  dengan harga

Rp ……….. (……………….), telah dibayar dengan tunai.

 

  1. PIHAK KEDUA telah menerima penyerahan tanah tersebut diatas dan sudah resmi menjadi hak milik PIHAK KEDUA.

Demikian Surat Perjanjianini dibuat rangkap 2 (dua) semua ditandatangani oleh pihak-pihak yang bersangkutan.

                  PIHAK KEDUA                                              PIHAK PERTAMA

                    Yang membeli                                                    Yang menjual

 

                      ……………….                                                 ………………….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 September 2012 in Uncategorized

 

contoh surat kelahiran

BISMILLAHIR RAMMAANIRRAHIIM

Ahamdulillah hirabil allaamin

Telah lahir anak kami yang pertama

………………………………

                Hari                 : ………………………………………..

                Jam                 :  ………………………………………..

Semoga menjadi Anak Soleh , Berbakti kepada ke-dua Orang Tua , Agama, Nusa dan Bangsa…Amin

Yang Berbahagia Kami Se-Keluarga

 ( ……………………. )

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 September 2012 in Uncategorized

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.